Skip to main content

Posts

Showing posts from 2018

Mungkin Kau Masih Ingat

Hari ini, entah kenapa semua memori itu kembali. Semua cerita tentang bagaimana tawa itu tercipta. Tentang bagaimana tangis itu melebur menjadi satu, menyisakan pedih yang teramat perih. Hari ini, semua itu terekam jelas, mengulang kembali semua hal indah yang dulu pernah terlewati. Kekecewaan. Rasa bersalah. Kehilangan. Keputusaasan. Perjuangan. Mungkin saat itu aku terlalu muda untuk mengerti bagaimana jalan cerita kisah yang mungkin berusaha kau usahakan. Mungkin saat itu aku terlalu bodoh untuk memahami bahwa kau sudah berjuang sekuat itu. Mungkin saat itu hatiku hanya dipenuhi rasa amarah dan cemburu. Aku masih ingat, bagaimana pertemuan kita didepan kelas. Melihatmu datang dengan rambut diikat kebelakang, menyapa dengan senyum termanis yang pernah aku lihat. Bagaimana kemudian aku mendengar suaramu lembut,  “Hai, Mas..” Tak perlu waktu lama untukku terbenam dalam suka. Tak butuh barang 5 menit untuk segera mendambamu. Hari itu berlalu dengan menyisakkan senyum bahagia di bibi...

30 Menitku Pagi Ini

Hari ini aku sengaja meterlambatkan diri untuk masuk kelas. Rasanya malas sekali. Badan lemas, mata berat ingin rebah di atas ranjang. Sesampainya di kelas, sekelebatan aku lihat wajah cerah, anggun, nan ayu duduk di barisan paling depan. Setelan merah muda yang sempurna membumbui pesonamu makin ayu Kacamata yang bertengger di hidungmu makin memaniskan rona wajahmu. Maaf, tapi sedari 30menit lalu aku telah memandangimu saja. Tak menghiraukan dosen yang tepat didepanmu. Tiap melihat senyummu, hatiku berbunga-bunga, moodku langsung membaik. Raut wajah seriusmu, caramu menulis, melirik, menengok. Sedari setengah jam yang lalu ku amati tiap detail-detail kecil darimu. Gundukan pipimu saat kau tertawa, aku tak mengerti mengapa kau seimut itu. Dagu lancipmu, sudah sedari 30 menit yang lalu kupandangi dengan khidmat. Bahkan aku tau saat ini kau sedang flu ringan, sangkin aku mengagumi hidung mungilmu. Tiap gerakan bulu mata lmu lentik ayu tiap kau berkedip. Ah, aku sudah tak fokus lagi dengan...

Pagi Buta

Hai.. Mungkin dulu kau pernah melihatku, meski tak lama Mungkin dulu kau pernah menyapaku hangat, meski kini tlah dingin Dahulu mungkin kau pernah merindu, mungkin kini tak ada rasa Mungkin dulu kau pernah tersenyum olehku, tapi kini tidak lagi Bukan karna aku tak ingin membuatmu bahagia lagi Bukan karna aku tak mampu lagi mengusahakan senyummu Bukan pula karna aku yang telah bosan bersamamu Tapi karna apa yang kau pilih tuk merobohkan segalanya. Aku tidak menyalahkanmu atas apa yang terjadi, mungkin aku yang masih belum bisa membahagiakanmu dengan sempurna. Aku tidak pula membencimu, karna aku tau dulu kau tak pernah membenciku Aku tidak jua menghakimimu karna kau begitu saja pergi tanpa berpamitan dengan layak. Aku hanya menyayangkan kenapa sikapmu begitu menyakitkan diujung akhir kisah yang selalu aku perjuangkan. Berat hati untuk pergi, bukan berarti aku bisa memaksamu untuk tetap tinggal disini bersamaku. Luka yang tergores juga tak lantas membuatku marah, aku hanya kecewa. Tapi a...

Senyummu

Kopi pagi ini tak sepahit biasanya Udara pagi ini tak sedingin pagi kemarin Tidur malam tadi lebih nyenyak dari hari yang lalu Badan ini lebih sigap daripada hari kemarin Jiwa ini sangat bersemangat, siap dengan entah apa yang kan dilewati hari ini. Tiap tegukan caffeine begitu nikmat terasa Kudapan pagi ini begitu khidmat disantap Waktu pun berlalu dengan perlahan,  ia tak tega melewatkan momen pagi ini dengan cepat, ia tau saat seperti ini jarang didapat Nona manis.. Begitu biasa ingin kusapa. Mencoba dapati senyum dari bibir mungilnya untuk sekedar melengkapi pagi syahdu hari ini Sapaan menyejukkan, tatapan tajamnya, mengobarkan semangat pagi dalam jiwa. Oh sungguh indah bidadari ini. Tiap derap langkahnya tak pernah luput dari pandang mata, tawanya satupun tak ada yang terlewat Entah mengapa, raut wajahnya selalu punya cerita dibalik kisah hariku Baru saja sekejap menatap, hati seketika berbunga-bunga Indah, seperti pelangi yang tercipta tanpa melewatkan deras hujan Menyejukkan...

Dialektika Penikmat Senja

Penat sudah terasa, dikala dingin hawa mulai terasa Sepi suasana, nikmati hawa sendu tanpa tawa Dengan secangkir kopi? Oh, mungkin teh saja sudah cukup syahdu menyapa Dimaniskan dengan butiran tawa yang membayang dikepala Uap hangat itu mencuat, definisikan kehangatan dari saut tegur sapa di udara Senja ini begitu erat menyapa jiwa Mencoba menelisik hati yang hampa, memeluk diri yang terpuruk seharian ini Berharap menutup hari dengan sapaan hangatmu sore ini Kemudian diseruputnya teh hangat bikinan sendiri, menghangatkan nurani yang dingin ini Sejenak mata menatap ke angkasa, mencari damai bersama riuh kicauan mereka Terbang bersama, beriringan, mencari bahagia dalam diam, tak ada batasan. Terduduk ia di tepi balkon rumahnya, Sendiri. Mencoba menepi dari kekalutan hari ini Diraihnya sebatang asap tuk dihisap guna picu lega Berharap tiap kepulan yang ia cipta dapat merubah suasana Mencari ketenangan, bersembunyi dalam kepulan yang dihembuskan Lega, hatinya bahagia,walau hanya dalam seke...

Dear, Ex.

Don't say I'm special if you will end up leaving me. You know I'm a mess. If I'm too much for you to handle then don't make me feel like someone in this world actually loves me. Have you ever thought maybe I need some help? Of course not. It's just easier to hate on me and make me feel dead instead. If you can't handle me at my worst then you aren't worth my time. You leaving when I believe that you would stay. You leaving my side when I needed you the most. Today, I don't have any bad words for you, I just want to thank you. Thank you for teaching me a lesson of life, for making me realize my worth, for making me realize that I deserve better.  Thank you for making me stronger. Thank you for leaving me, so that I could find the lost of me. I won't block or delete you, I'll keep you there. So you're able to see how happy I am without you. When you see me, I want you to recognize what you had, regret what you lost, and realize what you...

Disappear

Sejenak rasa itu datang memeluk mesra, Sekejap senyum itu menyapa hati rasa, Sebentar hati bahagia bersama, Namun secepat itu cinta meninggalkan luka. Setetes air yang terteguk takkan mampu melipur dahaga, Sejumput senyum yang tersungging takkan bisa menyembuhkan duka, Namun sebentar wajahmu menyapa, mampu mengindahkan semuanya. Tawa itu tak lagi ada, bahagia itu tak lagi tercipta, hati ini tak kunjung berhenti merana, Cinta tlah sirna, bersama habisnya kopi pahit yang kuteguk malam ini. Februari ini, dibulan yang kata orang penuh cinta, tak berlaku bagi hati yang termenung sendiri mencoba mengikis luka yang kau tinggalkan. Sekelumit manusia berusaha datang tuk temani luka, selusin mata hadir tuk melahirkan tawa, tapi senyum ini masih enggan nampak, ia masih tertawan luka yang begitu  hebat mengukir luka.. Ombak pantai sore begitu tenang menyapa, sedikit melegakan hati yang begitu sempit tuk menerima. Ketika ia tlah hancur lebur oleh cinta tanpa bisa berbuat apa apa. Angin sore pan...

Hujan Sore Ini

Hujan sore ini membawa tanya. Disaat hati gundah, rintik air makin mempertegas kesendirian tanpa ada tegur sapa. Hujan sore ini membawa cerita. Kisah lama yang sukar tuk dilupakan, namun selalu menyesak tiap dibenakkan. Selalu meraung bak singa lapar yang gusar mencari perburuan. Hujan sore ini membawa rindu. Lelah rasanya menahan getar hati yang begitu ngilu tiap aku mengingatmu. Seperti obor yang menyala sendirian di gelap malam. Hanya bisa menghangatkan diri sendiri di tengah dinginnya hati yang kau bekukan ini. Angin menerpa lirih, meyakinkan diri bahwa aku benar-benar sendiri tanpa ada yang peduli 'tuk sekedar menemani. Gemuruh petir menyambar kesana kemari tanpa arah yang pasti, mirip dengan hati yang gusar tanpa ada tempat 'tuk mengobati. Aku harusnya sudah biasa disituasi seperti ini. Disaat sepi begini, disaat hujan deras yang berbaik hati menemani jiwa ini menangis dengan lirih namun menyayati luka sanubari. Aku ingin berkisah pada Tuhan, bahwa aku sedang tidak baik-b...

Selamat Malam

Selamat malam kenangan. Hanya bermaksud menyapa dalam gelap yang semakin penuh duka. Aku hanya ingin bercerita tentang bagaimana cara hati ini terbebas dari perangkap nestapa. Di malam yang selarut ini, disaat mata enggan terpejam tertahan rindu yang menikam, aku masih disini menunggu cinta yang tak kunjung kembali dalam pelukan. Rasanya rokok ini pun tak perlu lagi kuhisap, karna kepulan kenangan manis yang dulu terkisah begitu pekat menikam kesendirian. Rasanya dinginnya malam pun tak cukup untuk meredakan api rindu yang begitu hebat berkobar dalam jiwa yang penuh kekalutan. Rindu ini bagai candu, menghujam kuat dalam pilu, mengerang hebat menebar bius senyum di bibir tipis penuh palsu. Kadang rindu hanya perlu tempat untuk ia mengisahkan luka, walau perih tak kunjung tertangani, meski hati yang tak kunjung dapati dirinya kembali, tapi raga ini masih mampu berdiri, menunggu dia datang menghibur lagi. Sampai nanti, saat hati mulai usang berdebukan pilu, saat cinta tak mampu lagi membe...

I'm Out, Nocturnal Enuresis.

So, here is the thing why I looked quite gloomy shit this month. Disaat gue berada di kondisi terburuk dalam hidup.  Disaat ketakutan, depresi, dan keterpurukan dalam hidup gue memuncak. I almost wanted to died, seriously. But there was something that made me felt good again, after a lot of pressure that happened to me. Mungkin dari postingan beberapa post dan snapgram gue di instagram kalian udah bisa liat, gimana gue melontarkan rasa kehancuran gue begitu gelap dan dalam. Dan ya, memang itu yang gue rasain. Setelah gue berusaha melewati semua kecemasan dan ketakutan gue, sampai di titik gue mulai lelah dan ga kuat untuk menghadapi itu, ada satu titik cahaya yang kembali membuka mata hati gue pada satu hal, ya i still have the God. Disaat gue berada di titik terendah dalam hidup yang gue rasain, bukan malah ngebuat gue balik untuk mendekatkan diri padaNya, justru malah ngebuat gue merasa bahwa hidup itu gak adil. Why? Banyak hal yang gak bisa gue ceritain, tapi jelas keluarga gue ...