Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2026

Utthana

Juni tiba tanpa ketukan pintu. Ia menyelinap seperti kabut yang menguap sebelum jemari sempat merapat.  Setengah tahun melandai jadi padang tandus, dan aku berdiri di sana, mencatat sunyi sejauh mata memandang. Tidak ada perayaan di atas meja.  Hanya sedimen duka yang mengendap perlahan di dasar sungai batin, menyulap langkah kaki menjadi begitu berat.  Terlalu lama aku merawat luka ini seperti taman rahasia, menyiramnya dengan air mata yang membatu di tenggorokan, hingga aku akrab dengan gelap dan asing pada cahaya. Namun pagi ini, ada yang bergeser dalam dada. Sebuah retakan tipis muncul pada dinding yang lama menahan beban.  Bukan tanda akan runtuh, melainkan celah kecil tempat cahaya mulai menawar gelap. Cukup.  Biarkan sendu luruh seperti daun di ujung musim, gugur bukan karena kalah, melainkan karena tanah sudah bersiap melahirkan yang lebih terang. Aku memilih kembali mendaki.  Bukan karena puncaknya menjanjikan keindahan, melainkan karena diam di le...