First of all, I'm really sorry for everything that i've done. Aku gagal, maaf aku gagal. Aku gagal menjadi tempat ternyaman dan teraman untukmu, gagal ada disampingmu menyeka air matamu, justru aku membuatmu menangis. Aku gagal menjadi orang yang memelukkmu saat tanganmu bergetar hebat, gagal menjagamu, menjadi orang terdekat yang harusnya paling mengertimu. Maaf, aku belum berhasil. Kini bisaku hanya berusaha tak mati jika kau melangkah pergi, berusaha tetap 'hidup' meski hati tak lagi ada isi, perasaan sudah kosong lantaran seluruhnya kuberi dan kau bawa pergi. Aku tak akan membela diri, nyatanya aku salah telak tanpa bisa dielak. Bisaku hanya memohon ampun, lalu berjanji untuk tak luput lagi, sembari berusaha mendidik diri untuk tak menjadi sebodoh itu lagi, itupun jika kesempatan masih kau beri. Kau tau? Memilikimu itu sebuah mimpi yang tinggi sekali, sebegitu tingginya sampai-sampai aku tak berani berandai. Dicintai olehmu itu seperti happy ending yang terlalu inda...
an ordinary story writer.