Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2024

MAKING MY CHILDHOOD DREAM COME TRUE!!

SEVENFOLD! SEVENFOLD! SEVENFOLD! FINALLY! Setelah nunggu 9 tahun, we did it kid!  Deg-degannya baru berasa pas masuk venue, mungkin karena emang gak terbiasa dengan situasi seramai itu. Pas lampu mati, gebukan drum Brooks mulai kedengeran.... magis. Ini band yang aku dengerin dari 2009, my childhood hero! Synyster yang bikin aku serius main gitar, yang bikin ngerokok Marlboro karena dia punya tattoo "Marlboro" di jari-jarinya. Band yang lagu pertamanya bikin orang tepuk tangan dan nyanyi bareng pas dibawain di panggung. GILA! Agak nyesel karena beli tiketnya di CAT paling belakang, jadi cuma ngandelin big screen. Tapiii, semua lagunya sukses menghujam jantung, bikin suara ilang teriak-teriak dan sing a long bareng ribuan penonton. PECAH! Band yang ga pernah absen masuk playlist jaman masih main di warnet. Dan ga pernah absen ada di handphone jaman belum ada streaming music platform. Sampe ke poster-poster yang menutupi hampir seluruh tembok kamar.  Dari dulu cuma bisa nontoni...

Anak kecil itu

Melebur rasa menjadi kata memang tidak mudah, apalagi sampai punya makna.  Sedari kecil memang ia gemar merangkai frasa entah untuk apa, kadang berima, kadang sesukanya saja tak beraturan. Arti sebenarnya hanya ada di pikiran, tapi tak pernah bisa ia tuliskan dengan jelas. Anak ini tumbuh menjadi laki-laki periang yang menyimpan banyak luka, kadang bisa diliat mata, namun kerap kali ia tutup rapat, dituangkan menjadi kalimat menyayat, mengganti luka di raga menjadi sajak semaunya. Sering tak jelas, bahkan tulisannya kadang tak punya arah. Tapi itulah bentuk ekspresi kekecewaannya pada semesta, sengaja dibuat sukar ditelaah agar hanya ia dan Tuhannya yang tau apa yang tengah terjadi saat itu. Usianya baru 10, kalau aku tak salah ingat saat itu. Tapi ia sudah gemar merenung, memegangi pulpen untuk mencoretkan banyak tinta di buku tulisnya.  Sampai suatu hari Ibunya membaca coretan-coretan itu. Jelas saat itu ia tak mengerti arti kernyitan dahi sang ibu kala itu. Ia tak paham hel...

#30DaysWritingChallenge Day 7 : List 10 songs that you've loving right now.

 - List 10 songs that you've loving right now. Ini agak susah sih, karena aku cenderung mendengarkan lagu dari musisi yang itu-itu aja. Kalau ada yang lain, ya selewatan aja. Mungkin kita ubah dikit kali ya, jadi 10 lagu yang punya cerita? Oke ga si? Oke lah ya? ya okelah gua yang nulis. Hahaha. 1. d'Masiv - Diantara Kalian Ini lagu yang nge-trigger aku beneran pengen bisa main gitar. Cuma karena denger melodi gitarnya Rama, aku ngerasa bakal keren banget kalo bisa main gitar di panggung mainin nada se-catchy itu. Aku lupa tahun berapa, kalau gak salah SD kelas 2 atau 3. Gitar pertama yang aku punya, waktu itu habis sakit typus dan dirawat di rumah sakit beberapa hari. Waktu itu entah kenapa banyak banget yang jengukin. Kalau di daerahku, biasanya besuk orang sakit either bawa makanan atau amplop, haha. Apalagi waktu itu aku masih kicil. Singkat cerita pulang dari rumah sakit, pas diitung kok banyak kali amplopnya haha. Yaudahlah dipake buat beli gitar pertama waktu itu. ...

#30DaysWritingChallenge Day 6 : Five ways to win your heart.

 - Five ways to win your heart Sebenarnya aku tidak pernah tau aku punya syarat pasti, atau langkah pasti untuk seseorang bisa aku sukai. Kadang daya tarik mereka yang mengundang hati untuk mendekat sendiri. Jadi kalau ditanya apa saja, aku akan mencoba merasakan, walaupun mungkin yang aku tulis tidak bisa jadi patokan, at least hal-hal ini yang terlintas atau mungkin pernah aku rasakan. Mari kita coba ya.. 1. Cantik Menurut psikolog Bondan Seno Prasetyadi, "secara fisiologis pria merupakan makhluk visual karena lebih banyak menggunakan sisi rasional, sementara wanita kebalikannya lebih banyak memakai emosional. Jadi pria dan wanita tentu berbeda,"  Sementara dari data yang aku baca, hampir 50% dari otak manusia selalu terlibat dalam memproses visual. Meskipun manusia punya panca indera, namun 70% dari seluruh laporan sensorik ada di mata. Mata kita sangat bagus, bahkan dinilai jauh lebih baik dibandingkan indra kita yang lain, sehingga kita dapat menangkap pemandang...

Sedikit Tentangmu

Aku izin menulis tentangmu ya, boleh? Setelah selama ini, aku baru kembali merasakan nyaman seindah ini, mendengar semua tuturmu sekhidmat ini. Aku fikir ini tidak berlebihan, tapi mungkin aku memang jatuh sudah sangat dalam.  Waktu kala itu hanya dihabiskan beberapa jam, namun rasanya begitu menyenangkan. Seperti meneguk air pelepas dahaga setelah berjalan jauh ditengah gurun tanpa pernah tau dimana mata air nyata yang bukan fatamorgana.  Itu persinggahan yang lama aku inginkan, untuk sekedar rehat, atau menghabiskan waktu barang sejenak bersama orang yang ingin tinggalkan jejak, atau bahkan menetap. Kenapa di Bandung? aku juga tidak tau.  Namun yang bisa kuamini, di waktu yang sesingkat itu aku bisa menikmati banyak hal tentangmu. Sentuhan lembutmu, gerakan rahangmu saat kau mengajakku ketempat makan pertamaku denganmu, Perhatian kecilmu, membius membuat aku tak ingin beranjak. Sederhana, tapi melekat kuat. Seperti saat kau bantu aku makan dengan susah payah karna lesi ...

Mencari Rumah

Ketakutan itu soal perspektif dan pengalaman, tapi bukan berarti tak beralasan. Rasa yang teramat dalam kadang tak mengenal dataran, yang ia tau hanya kedalaman tak berbatas. Ini bukan soal waktu yang terbuang sia-sia, tapi hanya soal seberapa kuat raga menunggu datang si asa, mungkin datang, atau justru tak pernah nyata.  Ini soal bagaimana diri mengenal lebih jauh hendak hati ingin apa, lalu mampu menyelami lebih dalam dengan perhitungan, untuk tau dibatas mana dapat terjatuh agar bisa kembali naik ke permukaaan.  Perasaan tak menentu setahun lalu itu tak kusangka akan punya cerita, aku pikir hanya akan lewat saja. Sebegitu rumit hingga tak berdaya, mencoba merangkai serpihan-serpihan, tapi sulit untuk menjadi sebuah wujud bentuk nyata.  Hari demi hari dilewati dengan tak pasti, hanya menunggu datangnya si Cahaya, tanpa tau kapan dapat kugenggam. Sedikit menghangatkan, namun acapkali hilang meninggalkan gelap tanpa tuntunan.  Banyak ku ditemani lilin-lilin kecil, s...