Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2017

K.O.sentrasi

Day off. Hari ini kebetulan kuliah libur. Dan gue sama sekali gak ada kegiatan apapun. Sekarang jam 11.14 am yang which is ini masih pagi, gabut parah. Kemaren padahal gue janjiin untuk update blog tentang keseharian gue di kos setiap hari. Tapi ya, konsisten itu ternyata gak segampang beli rokok di alfamart. Perlu usaha ekstra buat konsisten berkarya. Banyak kendala yang bikin gue stuck, dan akhirnya gak punya konten apa – apa yang mau gue bahas. Hari ini udah memasuki hari – hari terakhir di minggu ke 3 gue kuliah. Udah mulai berasa susah, hahaha. Masih enggan buka buku dan baca – baca padahal udah musim musim Uji Kompetensi. Tapi kenapa gue maksain nulis? Alasan simpelnya adalah karna gue pengen memaksakan diri gue untuk selalu membuat sesuatu yang sesuai dengan minat dan ketertarikan gue. Kenapa di paksakan? Jelas. Gue anak komunikasi dan sampe minggu ke 3 ini gue masih gamang dan belum tau mau kemana arah gue di jurusan ini. Di komunikasi sendiri ada 3 konsentrasi ilmu, Broadcasti...

Helmet for Life!

4 tahun lalu, sebuah insiden kecelakaan membuka mataku tentang begitu pentingnya atribut berkendara. Pada hari itu seakan hidupku hanya tingga bergantung pada sebuah helm yang menempel di kepala. Sebuah helm yang menyelamatkan hidupku. Insiden itu berawal saat aku dan temanku pulang dari sebuah acara pada suatu malam. Saat itu tepat pukul 00.00 WIB aku di bonceng temanku pulang menyusuri jalan kota Slawi yang malam itu cukup ramai. Kami berjejer 5 motor beriringan. Tiba di sebuah pertigaan jalan, saat aku hendak menyebrang, tiba tiba dari arah berlawanan melaju sepeda motor dengan sangat kencang berjalan melewati jalur yang seharusnya. Karena motor itu begitu kencangnya dan kebetulan saat itu lampu motor sang pengendara itu redup, kami pun tak bisa menghindar. Tabrakan pun tak bisa terelakkan. Aku yang di bonceng di belakang yang saat itu tengah bermain gadget, terpental sejauh 10 meter. Melayang di udara. Menurut cerita temanku yang berada tepat dibelakang, aku terpental jauh dengan p...

A Little Piece of Mine.

Halo, aku Halim. Lahir di Palembang, 12 Oktober 1998. Tempatnya disebuah daerah kecil bernama Prabumulih, Sumatra Selatan. Anak kedua dari tiga bersaudara. Gue lahir dengan bobot mini dan berwajah tampan. Lahir dari pasangan suami istri asal Jawa. Lalu kenapa aku lahir di Sumatera? Kisah itu berawal dari sini. Kedua orang tuaku adalah seorang guru. Waktu itu, menjadi seorang PNS bukan perkara mudah. Selesai kuliah keguruan disebuah PTN ternama di Jawa, Ayah mendaftarkan diri jadi Guru yang berkerja untuk pemerintah, dan diwajibkan bertugas di daerah Gelumbang, Muara Enim tahun 1990. Ibu dan Ayah sudah dekat sejak masa sekolah dulu, karna mereka berada di satu SMA yang sama namun beda angkatan. Saat kuliah, Ibu di Yogyakarta di IKIP Muhammadiyah yang saat ini berganti nama menjadi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Sedangkan ayah kebetulan mendapat beasiswa di ITB Bandung.  Mereka menikah tahun 1995, yang saat itu ayah sudah menjadi PNS dan diharuskan mengajar di Gelumbang, Muara ...

Berkarya?

 Halo gaess.. Tulisan kali ini masih berkutat seputar bagaimana menjadi mahasiswa baru. Tapi kali ini bukan tentang kesedihan lagi. Tapi tentang sebuah karya. Sebelum gue menginjakkan kaki ke Yogyakarta buat kuliah, di otak gue ada sejuta ide yang nantinya bakal gue lakukan pas gue udah jadi mahasiswa. Banyak hal yang udah gue bayangin. Tapi you know what? Semua itu ternyata gak gampang buat direalisasikan. Kesalahan pertama yang gue lakukan adalah, gue terlalu malas buat mengkonsep sesuatu aau seenggaknya nulis ide ide yang terbayang di otak gue. Gue biarin ide itu membusuk tanpa melakukan sesuatu buat mewujudkannya. Oke, sejauh ini skill yang gue yakin gue bisa cuma nulis. Gue bisa mengkritik banyak hal, gue jadi buat nyeritain suatu hal dengan tulisan, gue jago bikin kata - kata spontan dengan tulisan, gue bisa secepet itu buat improve nulis. Tapi semua itu gak cukup. Merealisasikan suatu ide menjadi sebuah karya itu gak gampang. Apalagi dalam bentuk tulisan. Gue orangnya cukup ...