Penat sudah terasa, dikala dingin hawa mulai terasa
Sepi suasana, nikmati hawa sendu tanpa tawa
Dengan secangkir kopi? Oh, mungkin teh saja sudah cukup syahdu menyapa
Dimaniskan dengan butiran tawa yang membayang dikepala
Uap hangat itu mencuat, definisikan kehangatan dari saut tegur sapa di udara
Senja ini begitu erat menyapa jiwa
Mencoba menelisik hati yang hampa, memeluk diri yang terpuruk seharian ini
Berharap menutup hari dengan sapaan hangatmu sore ini
Kemudian diseruputnya teh hangat bikinan sendiri, menghangatkan nurani yang dingin ini
Sejenak mata menatap ke angkasa, mencari damai bersama riuh kicauan mereka
Terbang bersama, beriringan, mencari bahagia dalam diam, tak ada batasan.
Terduduk ia di tepi balkon rumahnya,
Sendiri.
Mencoba menepi dari kekalutan hari ini
Diraihnya sebatang asap tuk dihisap guna picu lega
Berharap tiap kepulan yang ia cipta dapat merubah suasana
Mencari ketenangan, bersembunyi dalam kepulan yang dihembuskan
Lega, hatinya bahagia,walau hanya dalam sekejap batang nestapa.
Comments
Post a Comment