Hebat sekali ya, Tuhan menyimpan serpihan kenangan dengan sangat rapi tanpa goyah. Selamat ya. Akhirnya layangan usang yang dulu terlewatkan kini ditemukan pemiliknya, yang jelas bukan aku. Enggan untuk menerka kemana arah layangan itu terbang hingga akhirnya ditemukan, meski sedikit terkejut melihatnya diterbangkan oleh tangan lain. Selamat, terima kasih Tuhan telah menyimpan potongan kecil kenangan ini dengan rapat, saatnya kubakar. Sudah waktunya untuk membuang sisa memori itu, cukup andalkan ingatan lemah ini. Kalau nanti ada kesempatan, biarkan otak mungil ini memunculkan memorinya, tanpa perlu lagi dengan sengaja disimpan. Tidak bersedih, sedikit terkejut, banyak senangnya, melihat akhirnya layangan itu jatuh ketangan yang tepat. Ikut kudoakan agar terawat dan menjadi kuat, agar mampu lagi terbangkan harapan setinggi mungkin agar lebih dekat ke Tuhan dan segera diwujudkan. Cinta tak harus memiliki mungkin kali ini di situasi yang tepat, karena sejak awal ketakutan menjadi so...
an ordinary story writer.