Selamat malam kenangan.
Hanya bermaksud menyapa dalam gelap yang semakin penuh duka.
Aku hanya ingin bercerita tentang bagaimana cara hati ini terbebas dari perangkap nestapa.
Di malam yang selarut ini, disaat mata enggan terpejam tertahan rindu yang menikam, aku masih disini menunggu cinta yang tak kunjung kembali dalam pelukan.
Rasanya rokok ini pun tak perlu lagi kuhisap, karna kepulan kenangan manis yang dulu terkisah begitu pekat menikam kesendirian.
Rasanya dinginnya malam pun tak cukup untuk meredakan api rindu yang begitu hebat berkobar dalam jiwa yang penuh kekalutan.
Rindu ini bagai candu, menghujam kuat dalam pilu, mengerang hebat menebar bius senyum di bibir tipis penuh palsu.
Kadang rindu hanya perlu tempat untuk ia mengisahkan luka, walau perih tak kunjung tertangani, meski hati yang tak kunjung dapati dirinya kembali, tapi raga ini masih mampu berdiri, menunggu dia datang menghibur lagi.
Sampai nanti, saat hati mulai usang berdebukan pilu, saat cinta tak mampu lagi memberi warna dalam cerita, disaat senyum tak mampu lagi memberikan ketenangan palsu dalam kerinduan, disaat tawa mulai sayup-sayup tak terdengar menutupi rasa yang begitu gusar di sekap cinta yang tak terbalaskan.
Selamat malam kenangan yang tak bisa kusebutkan, kisahmu akan terus bersemayam, menemani cinta yang begitu dalam. Menguatkan hati untuk tetap bersabar menunggumu yang kuharap kembali datang.
Mampirlah, karna cinta yang telah kuberikan takkan pernah jatuh kepada hati lainnya. Tengoklah walau sekejap, karna senyummu mengisahkan segala upayaku untuk membuatnya terlukis indah di wajah ayu nan menggemaskan. Liriklah sebentar, karna rindu ini begitu dahsyat menggetarkan ketenangan.
Comments
Post a Comment