Skip to main content

Posts

Showing posts from 2017

Days After..

 Udah 4 bulan sejak pertama ngekos, masuk kuliah. Mencoba hidup baru sendiri di kota orang yang jauh dari rumah. Sedikit banyak udah mulai banyak kisah selama disini. Sudah bukan lagi tentang bagaimana mengatasi homesick. Sudah bukan lagi membiasakan diri hidup tanpa keluarga. Tapi tentang bagaimana bisa bertahan, belajar, dan menghadapi berbagai kisah baru dalam hidup. Hidup sendiri memang tidak mudah, meskipun finansial masih dibantu orang tua, tapi tentang bagaimana mengatur hidup agar tidak sia-sia. Menjalin hubungan dengan orang baru, membiasakan diri dengan budaya, hidup mandiri tanpa boleh berkeluh kesah, dengam bayangan cita-cita yang kelak akan kugapai. Kerinduan bukan lagi menjadi sesuatu yang sulit, tapi tentang bagaimana membangun pribadi baru yang mampu bertahan, berguna, dan bermanfaat. Semuanya butuh proses yang tidak mudah. Banyak orang melihat aku hidup dengan santai tanpa beban, tanpa banyak yang tau apa beban yang menumpuk di kepala. Banyak hal yang harus aku sia...

brOKen

 *CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA, BILA ADA KESAMAAN NAMA, TEMPAT, DAN KEJADIAN, BUKAN MERUPAKAN KESENGAJAAN PENULIS. CERITA INI DIBUAT UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH CREATIVE THINKING. UMY 2017. Berhari – hari setelah insiden itu, aku telah kembali pulih. Aku kembali melaukan kegiatan seperti biasa. Sudah berhari – hari sejak kejadian itu, aku masih belum berani mengendarai motor. Mengingat kakiku yang belum sepenuhnya sembuh juga. Namun hari itu terasa berbeda. Keinginan mengendarai motor sangat kuat. Kuputuskan untuk memberanikan diri menunggangi kuda besiku seperti biasa. Seperti biasa, hari itu cuaca di siang hari. Terik matahari menyengat begitu kuat mengendurkan semangatku untuk sekedar memanaskan mesin motor melaju diantara aspal – aspal kota Slawi. Kuputuskan untuk mengurungkan niatku berkendara siang itu. Kutunggu malam datang agar kulit tak terbakar pancaran sinar terik matahari siang. Kebetulan hari itu hari sabtu, tepat malam minggu. Seperti biasa rutinitas Kids Jaman...

K.O.sentrasi

Day off. Hari ini kebetulan kuliah libur. Dan gue sama sekali gak ada kegiatan apapun. Sekarang jam 11.14 am yang which is ini masih pagi, gabut parah. Kemaren padahal gue janjiin untuk update blog tentang keseharian gue di kos setiap hari. Tapi ya, konsisten itu ternyata gak segampang beli rokok di alfamart. Perlu usaha ekstra buat konsisten berkarya. Banyak kendala yang bikin gue stuck, dan akhirnya gak punya konten apa – apa yang mau gue bahas. Hari ini udah memasuki hari – hari terakhir di minggu ke 3 gue kuliah. Udah mulai berasa susah, hahaha. Masih enggan buka buku dan baca – baca padahal udah musim musim Uji Kompetensi. Tapi kenapa gue maksain nulis? Alasan simpelnya adalah karna gue pengen memaksakan diri gue untuk selalu membuat sesuatu yang sesuai dengan minat dan ketertarikan gue. Kenapa di paksakan? Jelas. Gue anak komunikasi dan sampe minggu ke 3 ini gue masih gamang dan belum tau mau kemana arah gue di jurusan ini. Di komunikasi sendiri ada 3 konsentrasi ilmu, Broadcasti...

Helmet for Life!

4 tahun lalu, sebuah insiden kecelakaan membuka mataku tentang begitu pentingnya atribut berkendara. Pada hari itu seakan hidupku hanya tingga bergantung pada sebuah helm yang menempel di kepala. Sebuah helm yang menyelamatkan hidupku. Insiden itu berawal saat aku dan temanku pulang dari sebuah acara pada suatu malam. Saat itu tepat pukul 00.00 WIB aku di bonceng temanku pulang menyusuri jalan kota Slawi yang malam itu cukup ramai. Kami berjejer 5 motor beriringan. Tiba di sebuah pertigaan jalan, saat aku hendak menyebrang, tiba tiba dari arah berlawanan melaju sepeda motor dengan sangat kencang berjalan melewati jalur yang seharusnya. Karena motor itu begitu kencangnya dan kebetulan saat itu lampu motor sang pengendara itu redup, kami pun tak bisa menghindar. Tabrakan pun tak bisa terelakkan. Aku yang di bonceng di belakang yang saat itu tengah bermain gadget, terpental sejauh 10 meter. Melayang di udara. Menurut cerita temanku yang berada tepat dibelakang, aku terpental jauh dengan p...

A Little Piece of Mine.

Halo, aku Halim. Lahir di Palembang, 12 Oktober 1998. Tempatnya disebuah daerah kecil bernama Prabumulih, Sumatra Selatan. Anak kedua dari tiga bersaudara. Gue lahir dengan bobot mini dan berwajah tampan. Lahir dari pasangan suami istri asal Jawa. Lalu kenapa aku lahir di Sumatera? Kisah itu berawal dari sini. Kedua orang tuaku adalah seorang guru. Waktu itu, menjadi seorang PNS bukan perkara mudah. Selesai kuliah keguruan disebuah PTN ternama di Jawa, Ayah mendaftarkan diri jadi Guru yang berkerja untuk pemerintah, dan diwajibkan bertugas di daerah Gelumbang, Muara Enim tahun 1990. Ibu dan Ayah sudah dekat sejak masa sekolah dulu, karna mereka berada di satu SMA yang sama namun beda angkatan. Saat kuliah, Ibu di Yogyakarta di IKIP Muhammadiyah yang saat ini berganti nama menjadi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Sedangkan ayah kebetulan mendapat beasiswa di ITB Bandung.  Mereka menikah tahun 1995, yang saat itu ayah sudah menjadi PNS dan diharuskan mengajar di Gelumbang, Muara ...

Berkarya?

 Halo gaess.. Tulisan kali ini masih berkutat seputar bagaimana menjadi mahasiswa baru. Tapi kali ini bukan tentang kesedihan lagi. Tapi tentang sebuah karya. Sebelum gue menginjakkan kaki ke Yogyakarta buat kuliah, di otak gue ada sejuta ide yang nantinya bakal gue lakukan pas gue udah jadi mahasiswa. Banyak hal yang udah gue bayangin. Tapi you know what? Semua itu ternyata gak gampang buat direalisasikan. Kesalahan pertama yang gue lakukan adalah, gue terlalu malas buat mengkonsep sesuatu aau seenggaknya nulis ide ide yang terbayang di otak gue. Gue biarin ide itu membusuk tanpa melakukan sesuatu buat mewujudkannya. Oke, sejauh ini skill yang gue yakin gue bisa cuma nulis. Gue bisa mengkritik banyak hal, gue jadi buat nyeritain suatu hal dengan tulisan, gue jago bikin kata - kata spontan dengan tulisan, gue bisa secepet itu buat improve nulis. Tapi semua itu gak cukup. Merealisasikan suatu ide menjadi sebuah karya itu gak gampang. Apalagi dalam bentuk tulisan. Gue orangnya cukup ...

New Gate!

 Ciaaaaa.... Baru sempet update, hehe. Padahal kemaren janjinya tiap hari update ya bosku. Sibuk ospek, berangkat pagi pulang maghrib. Mau nulis udah ga dapet feelnya. Akhirnya ke teter deh target. Sesuai cerita kating di kampus, ternyata ospeknya menyenangkan. Banyak hal hal baru yang bisa diambil, banyak ilmu bermanfaat. Ya walaupun capek, gabut, ribet. Tapi semua kegiatannya bisa diambil pelajarannya. Contohnya disuruh berangkat ke kampus jam stngah 6 pagi. Itu ngelatih disiplin banget. Gimana ngatur waktu harus bangun, mandi, siap siap, sarapan kalo sempet. Alhasil bangun tidur harus pagi banget. Hikmahnya ya akhirnya ga telat sholat shubuh. Bisa tiap hari jamaah di masjid. Terbiasa bangun pagi, jadi pas nanti kuliah ada makul jam pagi ga telat. Ngelatih kekompakan lewat yel yel dan tugas tugas kelompok. Belajar ngehargain orang yang lagi ngomong didepan kita. Belajar peduli sama orang lain. Belajar toleransi. Banyaklah. Padahal ospek cuma 4 hari, tapi banyak banget makna yang ...

Hari Kelima Rantau!

Sudah mulai terbiasa sendiri. Udah mulai tau tempat laundry yang murah dimana, udah mulai punya warung nasi langganan. Udah mulai punya temen chat. Ya masih 4 hari lagi sebelum ospek, dan 8 hari lagi sebelum pulang kerumah untuk 10 hari kemudian memulai kehidupan mahasiswa yang nyata. Sudah mulai menata pemasukan dan pengeluaran, sudah mulai terbiasa bangun subuh, sudah mulai terbiasa dengan udara pagi jogja yang sangat menusuk. Hari ini agenda nya cari sabun cuci buat nyuci, kan gak semua jenis baju di laundry juga, demi alasan kesehatan kata ibu mending sebagian dicuci sendiri. Jam 10.00 WIB Disibukkan dengan kegiatan Kelompok di kampus untuk persiapan ospek. Seru. Tapi belum ada yang seperti keluarga. Memang susah cari teman yang sejalan yang bisa selalu beriringan secepat menunggu kopi panas hingga dingin. Berbagai bahasa melebur jadi satu makna. Berbeda beda memang indah. Bukan tentang darimana asal, bukan tentang bagaimana cara kita berbicara. Tapi tentang bagaimana kita melihat ...

Hari Keempat Rantau!

Tujuan gue nulis semua keresahan keresahan beberapa hari ini jadi anak kost baru itu bukan cuma untuk nunjukkin kesedihan atau kekalutan gue doang. Dibalik semua cerita cerita cengeng gue, gue cuma mau ngingetin ke kalian bahwa seberapa penting waktu yang kita punya bareng keluarga, orang tua, saudara. Sepenting itu sampai saat kalian jauh, kalian ngerasa kehilangan banget. Makanya, mumpung mungkin masih ada yang tinggal tiap hari satu atap sama ortu, tiap pagi bisa berangkat pamit sama ortu, pulang kerumah ada ortu yang nyambut, atau sebaliknya kalian yang nyambut ortu, itu dimanfaatin bener - bener. Jangan sampe ketika kalian udah jauh, kalian baru nyesel kenapa selama ini waktu yang begitu banyak kalian miliki bareng ortu itu ga kalian manfaatin. Gue contoh banget. Anak mamah yang jarang dirumah. Kelayaban tiap hari. Pulang tengah malem, pagi ga ketemu ortu karna masih tidur, ntar sore cuma sampe ba'da maghrib, abis itu nglayab lagi sampe tengah malem. Pulang kerumah ortu udah p...

Hari Ketiga Rantau!

Seperti biasa, pagi dibuka dengan dering telfon dari ibu. Membangunkan dengan penuh kasih, sampai tak sadar basah di pipi. Tapi aku sadar, ini hari ketiga. Dan sudah tiga hari pula aku terkurung kesedihan. Rasa kesendirian masih melekat kuat. Lalu mau sampai kapan hati ini terus bergejolak tanpa arah? Kumpulan semangat kukerahkan, kumparan tekad mulai kembali ku bulatkan. Dengan niat bakti, aku tak boleh terus merengek cengeng seperti bocah kecil. Aku harus bisa bangkit berdiri di kaki sendiri. Jadi orang hebat, yang nanti dapat membanggakan. Tidurku tak pulas seperti kemarin, padahal ragaku lelah menyemangati hati yang lemah. Aku masih belum temukan tawa seperti saat dirumah. Aku belum dapat tersenyum lebar. Aku belum bisa mengangkat telfon ibu dengan ceria. Aku berusaha menguatkan diri dengan mendekat pada yang Maha Kuasa. Berkeluh kesah denganNya, mengharap Dia menguatkan dan melindungiku. Lepas itu mulai kuhisap sebatang asap, berharap hati lebih tenang tuk bisa melanjutkan hari di...

Hari Kedua Rantau!

HARI KEDUA. Gue tidur dengan sangat tidak nyenyak. Bangun di jam 00.30 WIB, lalu berusaha tidur dan kebangun di jam 03.00 WIB, lalu kembali tidur dan bangun saat adzan shubuh. Dan drama pun dimulai. Suara adzan shubuh & maghrib emang bikin homesick banget. Sayup sayup dalam hati terdengar suara ibu membangunkan. ”Dek, bangun.. sholat.. ayo bangun.. sholat dulu nanti tidur lagi gapapa”. Suara itu menggema dari dalem hati. Air mata pun menetes tanpa pamit. Mengalir membasahi ruang diwajah. Ingin mencoba kuat pun sia sia. Air mata tak mau berenti mengalir. Lalu kemudian dering handphone memecah keheningan shubuh.. “IBU is calling...” Segera saja ku angkat telfon Ibu. “halo..” “Halo dek.. sudah bangun?” “sudah bu..” “sholat dulu oo sana.. nanti kalo masih ngantuk ya tidur lagi..” “iya bu..” “ya sudah sholat dulu..” Tut..tut...tuut... Air mata makin deras membasahi segala ruang diwajah, menetes membasahi badan. Baru saja ku ingat, langsung ku dengar suara yang...