Hujan sore ini membawa tanya. Disaat hati gundah, rintik air makin mempertegas kesendirian tanpa ada tegur sapa.
Hujan sore ini membawa cerita. Kisah lama yang sukar tuk dilupakan, namun selalu menyesak tiap dibenakkan. Selalu meraung bak singa lapar yang gusar mencari perburuan.
Hujan sore ini membawa rindu. Lelah rasanya menahan getar hati yang begitu ngilu tiap aku mengingatmu. Seperti obor yang menyala sendirian di gelap malam. Hanya bisa menghangatkan diri sendiri di tengah dinginnya hati yang kau bekukan ini.
Angin menerpa lirih, meyakinkan diri bahwa aku benar-benar sendiri tanpa ada yang peduli 'tuk sekedar menemani.
Gemuruh petir menyambar kesana kemari tanpa arah yang pasti, mirip dengan hati yang gusar tanpa ada tempat 'tuk mengobati.
Aku harusnya sudah biasa disituasi seperti ini. Disaat sepi begini, disaat hujan deras yang berbaik hati menemani jiwa ini menangis dengan lirih namun menyayati luka sanubari.
Aku ingin berkisah pada Tuhan, bahwa aku sedang tidak baik-baik saja. Kuusahakan menenangkan diri ditengah kekalutan yang begitu mencekam, ditengah riuh ramai orang tapi aku sellau merasa sendirian.
Aku ingin berkisah kepada jutaan malaikat yang mungkin sekarang melihatku terkapar sendirian. Aku butuh sandaran. Untuk sekedar mengusap keringat yang deras mengucur mengiringi kerja kerasku tuk bertahan di dunia yang makin sulit kudapati bahagia.
Aku ingin bertutur pada kalian bukan untuk dikasihani, tapi untuk sekedar mengisi kekosongan hati ditengah peliknya masalah rohani. Ingin sekedar melarikan diri dari cinta yang tak pernah bisa dimengerti.
Hujan sore ini membawa ketenangan, kesejukan ditengah dinginnya kesendirian.
Comments
Post a Comment