Hari ini aku sengaja meterlambatkan diri untuk masuk kelas.
Rasanya malas sekali. Badan lemas, mata berat ingin rebah di atas ranjang.
Sesampainya di kelas, sekelebatan aku lihat wajah cerah, anggun, nan ayu duduk di barisan paling depan.
Setelan merah muda yang sempurna membumbui pesonamu makin ayu
Kacamata yang bertengger di hidungmu makin memaniskan rona wajahmu.
Maaf, tapi sedari 30menit lalu aku telah memandangimu saja. Tak menghiraukan dosen yang tepat didepanmu.
Tiap melihat senyummu, hatiku berbunga-bunga, moodku langsung membaik.
Raut wajah seriusmu, caramu menulis, melirik, menengok.
Sedari setengah jam yang lalu ku amati tiap detail-detail kecil darimu.
Gundukan pipimu saat kau tertawa, aku tak mengerti mengapa kau seimut itu.
Dagu lancipmu, sudah sedari 30 menit yang lalu kupandangi dengan khidmat.
Bahkan aku tau saat ini kau sedang flu ringan, sangkin aku mengagumi hidung mungilmu.
Tiap gerakan bulu mata lmu lentik ayu tiap kau berkedip.
Ah, aku sudah tak fokus lagi dengan kelas pagi ini.
Aku bahkan masih ingat caramu memainkan pulpen kuningmu.
Aku ingat caramu menggoyang-goyangkan kakimu yang dibungkus converse abu-abu bertali merah.
Aku masih ingat betul caramu membubuhi tinta di kertas binder dengan sampul orange mu.
Terima kasih. 30 menitku pagi ini diberikan kebahagiaan dalam bentuk parasmu yang anggun.
Aku mungkin tak akan berusaha mendekatimu, apalagi mengganggumu.
Kau aku percaya, akan selalu ada manusia-manusia yang mengagumi insan lainnya dengna khidmat, tanpa perlu sedekat jarak antara mata dan telinga.
Cukup disini, di bangku baris kedua terakhir ini. Aku bisa begitu mencintai keindahanmu.
#RKI
Comments
Post a Comment