4 tahun lalu, sebuah insiden kecelakaan membuka mataku tentang begitu pentingnya atribut berkendara. Pada hari itu seakan hidupku hanya tingga bergantung pada sebuah helm yang menempel di kepala. Sebuah helm yang menyelamatkan hidupku. Insiden itu berawal saat aku dan temanku pulang dari sebuah acara pada suatu malam.
Saat itu tepat pukul 00.00 WIB aku di bonceng temanku pulang menyusuri jalan kota Slawi yang malam itu cukup ramai. Kami berjejer 5 motor beriringan. Tiba di sebuah pertigaan jalan, saat aku hendak menyebrang, tiba tiba dari arah berlawanan melaju sepeda motor dengan sangat kencang berjalan melewati jalur yang seharusnya.
Karena motor itu begitu kencangnya dan kebetulan saat itu lampu motor sang pengendara itu redup, kami pun tak bisa menghindar. Tabrakan pun tak bisa terelakkan. Aku yang di bonceng di belakang yang saat itu tengah bermain gadget, terpental sejauh 10 meter. Melayang di udara. Menurut cerita temanku yang berada tepat dibelakang, aku terpental jauh dengan posisi kepala jatuh terbentur aspal. Aku terseret sejauh 2 meter saat jatuh dengan posisi kepala menggesek aspal.
Sesaat aku tak sadarkan diri. Teman – temanku bergegas menolong menepikanku. Kebetulan kejadian itu terjadi tepat di depan rumah sakit swasta. Alhamdulillah, kondisiku baik baik saja. Hanya lecet di lutut, memar di bahu, dan sedikit retak di bagian tulang kering kaki kanan. Tapi aku masih bisa berjalan menuju rumah sakit tersebut sendiri.
Sang penabrak, yang saat itu ternyata tak memakai atribut keselamatan berkendara apapun, ia terpental kebelakang dengan posisi kepala menghantam aspal. Sontak saja, tanpa pengaman ia langsung tak sadarkan diri dengan darah yang mengalir deras dari bagian belakang kepala. Saat itu, aku yang sangat emosi mengingat kejadian itu sontak langsung terdiam.
Aku hanya mengingat apa yang terjadi jika aku terjatuh tanpa helm menempel di kepala. Mungkin akan jauh lebih parah dari sang penabrak. Kejadian itu masih sangat teringat jelas sampai sekarang. Menjadi bahan untuk mewanti – wanti diri untuk selalu berkendara dengan aman, agar sampai tujuan dengan nyaman.
Helm telah beberapa kali menyelamatkan nyawaku. Makanya, hingga sekarang aku selalu mengingat bahwa segala sesuatu yang telah menjadi aturan, semua ada hikmah dan kebaikan yang bisa kita ambil. Jangan berfikir simpel untuk tidak berkendara dengan aman, jika tak mau mati konyol di jalan hanya karena kelalaian.
Comments
Post a Comment