Skip to main content

K.O.sentrasi

Day off.

Hari ini kebetulan kuliah libur. Dan gue sama sekali gak ada kegiatan apapun. Sekarang jam 11.14 am yang which is ini masih pagi, gabut parah. Kemaren padahal gue janjiin untuk update blog tentang keseharian gue di kos setiap hari. Tapi ya, konsisten itu ternyata gak segampang beli rokok di alfamart. Perlu usaha ekstra buat konsisten berkarya. Banyak kendala yang bikin gue stuck, dan akhirnya gak punya konten apa – apa yang mau gue bahas.

Hari ini udah memasuki hari – hari terakhir di minggu ke 3 gue kuliah. Udah mulai berasa susah, hahaha. Masih enggan buka buku dan baca – baca padahal udah musim musim Uji Kompetensi. Tapi kenapa gue maksain nulis?

Alasan simpelnya adalah karna gue pengen memaksakan diri gue untuk selalu membuat sesuatu yang sesuai dengan minat dan ketertarikan gue. Kenapa di paksakan? Jelas. Gue anak komunikasi dan sampe minggu ke 3 ini gue masih gamang dan belum tau mau kemana arah gue di jurusan ini.

Di komunikasi sendiri ada 3 konsentrasi ilmu, Broadcasting, Advertasing, dan Public Relations. Kalo di lihat dari ketertarikan gue, jelas gue harus masuk broadcast  karna gue tertarik dengan dunia tulis menulis. Tapi di sisi lain, ada banyak ilmu – ilmu dasar yang masih belum gue sentuh, apalagi gue kuasain. Gue gak bisa ngedit. Dari kecil main komputer gak pernah bersentuhan sama aplikasi editing apapun.

Dari kecil cuma suka baca baca artikel, browsing tentang banyak hal yang gak terpikirkan oleh anak seusia gue. Tapi lama kelamaan, gue ngerasa ada sesuatu yang salah. Dari awal gue cuma bisa menikmati karya orang tanpa pernah mengkritik dan mengkomen apapun. Gue cuma jadi silent readers yang diam. At least, itu sama aja bohong. Gue gak dapet apa – apa dari sekedar menikmati karya orang tanpa melihat kedalam diri gue, apa yang bisa gue dapetin, apa yang gue bisa lakuin, apa yang bisa gue bikin.

Dari situlah timbul keinginan buat bikin sesuatu yang minimal bisa gue nikmatin sendiri. Gue coba bikin blog. Bulan Mei tahun 2010, gue coba bikin blog di plaform gratis bernama Blogger. Awalnya gue terinspirasi oleh sebuah blog beralamat www.terselubung.blogspot.com yang kemudian sampai sekarang sudah berubah – ubah domain hingga menjadi www.terselubung.in

Isi nya adalah berbagai informasi dan artikel artikel menarik yang gak ada di sekolah dan sedikit di TV. Website ini mengcopas artikel dari berbagai sumber, untuk kemudia dikemas dengan cara mereka dengan sedikit memberikan ubahan namun tetap mencantumkan sumber di setiap postingannya.  Hampir tiap hari gue main main ke situs itu tanpa bosen. Gue dapet banyak pengetahuan yang gak ada di lingkungan sekitar gue.

Gue mulai melakukan hal yang sama, dengan bungkus yang berbeda pastinya. Gue mulai bikin blog dengan alamat www.kiekergaard.blogspot.com yang sampai hari ini gue udah memposting sekitar 644 postingan dengan cara yang sama dengan yang dilakukan admin terselubung. Mengcopas artikel yang menurut gue menarik, lalu mencantumkan sumber disetiap postingan gue. Sampai hari ini, blog gue udah dikunjungi sebanyak 11.088 kali namun tanpa ada satu komen pun.

Karena merasa bosen dengan postingan yang cuma copas dari web orang lain, mulailah gue memberanikan diri untuk menulis postingan sendiri. 25 Februari 2012, gue buat lagi satu blog dengan alamat www.hikaruhalim.blogspot.com Di blog ini, gue isi dengan berbagai hal yang pengen gue ceritain dan gue bagi ke pembaca blog gue, dari mulai sajak, puisi, keresahan gue tentang suatu isu, dan banyak lagi. Singkatnya blog ini udah kek diary digital buat gue.

Ajaibnya, dengan waktu update yang ga tentu sesuai keinginan hati, dari tahun 2012 sampai sekarang, blog ini udah di kunjungi sebanyak 17.564 kali. 7.500 kali lebih banyak. Padahal isinya hal – hal remeh yang kadang ga penting. Dari situ gue mulai sadar, apa yang gue buat ternyata dinikmati dan di baca oleh sejumlah orang. Andaikan, gue konsisten untuk memaksakan diri gue untuk terus nulis secara rutin, mungkin crowdnya lebih banyak lagi.

Dari situ gue mulai rajin beli novel, baca – baca cerpen, nonton film. Dengan harapan, semakin banyak referensi masuk ke otak, jadi semakin baik cara penulisan gue di blog. Tujuannya ya simpel, biar orang yang udah dateng ke blog gue balik lagi. Jadi gak kapok. Ada sesuatu yang bisa mereka ambil setelah masuk ke blog gue dengan karya yang original gue tulis dan susun sendiri.

Semua itu butuh yang namanya paksaan. Segala sesuatu yang besar harus dimulai dari hal kecil yang simpel. Dengan terbiasa nulis apapun setiap hari, at least bikin gue makin lancar dan terbiasa untuk nulis. Proses memang gak bisa langsung bagus. Orang masak gue rata – rata hasil masakan pertama bakal gak enak. Tapi karna dia bikin, dan dia tau itu gak enak, makanya dia berusaha perbaikin, dan bikin lagi masakan yang lebih enak dari yang pertama. Gue juga gitu. Dari dulu yang nulis masih alay, belepotan kemana – mana, sedikit demi sedikit gue perbaiki. Ya walaupun sekarang belum bagus, at least udah lebih baik dari yang dulu.

Semua proses harus di imbangi dengan referensi dan ilmu yang sejurus juga. Itulah alasan gue pilih Ilkom. Karena menurut gue, sekolah yang bermanfaat adalah ketika kita belajar suatu ilmu, kemudian ilmu itu bisa bermanfaat sedikit banyak buat perkembangan diri kita. Dan untuk menuju semua itu dibutuhkan paksaan untuk mencoba dan gagal.

Dari semua hal itu, emang konsistensi adalah kunci. Seberapa jelek karya kita, tapi kalo kita konsisten buat dan perbaikin, karya itu bakal jadi lebih baik dengan sendirinya. Dan itu yang lagi mau gue paksain. Tujuan awal blog ini dibuat emang bukan untuk dibaca orang lain, gue anggap 17.564 pengujung itu bonus dari sesuatu yang gue paksakan untuk jadi karya. Tapi dasarnya, bagaimana gue bisa melihat diri gue berkembang dengan tulisan tulisan gue. Semakin banyak blog ini diliat, semakin banyak orang berkomentar, semakin banyak orang yang mau balik lagi ke sini karna ada sesuatu yang bisa mereka renungkan untuk kemudian menjadikan mereka jadi lebih baik, itu yang utama.

Semoga aja, kedepan konten blog ini bakal lebih berbobot dan ebih banyak manfaat yang bisa diambil dari setiap postingan gue. Oke lah gaes. Segitu dulu aja.

See you..

Comments

Popular posts from this blog

tentang rasa yang tumbuh diam-diam

Jujur gue nggak tahu mau nulis apa. Tapi kayak pengen cerita aja, nulis ngalir gitu, cuma pengen cerita. Tentang seseorang. Tentang rasa. Tentang kedekatan yang mungkin datang terlalu cepat, tapi gak bisa juga dibilang salah waktu. Beberapa waktu terakhir, gue cukup sering bareng sama seseorang. Kita gak bisa dibilang “deket” banget, tapi sering bareng, main bareng, nongkrong bareng, kadang berangkat kerja bareng. Awalnya terasa biasa. Lama-lama, nggak tahu kenapa, jadi terasa istimewa. Dia bukan cuma cantik dan pintar, tapi juga punya aura yang tenang, soft spoken, dan senyum yang... bikin hari terasa lebih ringan. Dia mungkin adalah tipe orang yang bikin lo merasa nyaman hanya dengan keberadaannya, nyenengin banget diajak ngobrol. Kita mulai akrab karena sering jogging bareng. Tapi karena gue gak kuat lari, kita lebih sering jalan kaki muterin jogging track, bisa sejam dua jam, cuma jalan dan ngobrol. Dari situlah semua dimulai. Dia cerita soal hubungannya yang baru aja selesai, tent...

asing

for the first time, i didn’t look at you, even when we crossed paths. we’ve finally become strangers, just like you wanted. and again, seeing you makes it hard to breathe we’re strangers now. it feels weird, doesn’t it? maybe it's time to let go. you stopped caring, and i started hiding. we’ve drifted so far,we’re not the same anymore. it sucks, faking indifference when all i feel is the opposite. even though i know your words already killed any hope we had. now, i’m learning to stay quiet, in the middle of all these screaming memories. your voice doesn’t echo in me anymore, and your eyes, they used to feel like home, now they just pass over me, like i was never even there. i still smell your perfume, still remember the food you gave me before the goodbye. i still see your laugh—wild and unfiltered under the Bandung's skies, still feel how your touch used to silence every storm inside me. i don’t know how to forget, but you’ve already stopped remembering, i’m still drowning, wh...

yabegitulah.

Hello, there! Ini bukan tentang mengenang, tapi memahami jika langkah sudah lelah, namun pergolakan rasa tidak bisa diredam.  aku mengerti jika damai adalah tanpaku, aku tau jika lelah akan sirna tanpa harus ada aku, dan aku paham jika damai itu ternyata melepaskan.  tapi akan ada yang hilang disitu, tentu akan ada luka yang tergores, akan ada lubang tanpa isi, yang pasti tertinggal setelah ditinggal pergi.  begitu juga disini, segala hal yang pernah mengisi direnggut paksa tanpa permisi. kesepian itu kemudian merangsek masuk tanpa kendali. kini aku sendiri, memegang tali yang sudah dilepaskan.  tapi ini bukan tentang meromantisasi itu lagi, ini soal berdamai, melangkah, kemudian segera merelakan. melupakan bukan opsi, karena ekspektasi dan harapan itu pernah setinggi awan, walau akhirnya harus dikubur dalam-dalam.  setidaknya, terima kasih. meski pelangi itu hanya sebentar, cerah itu hanya sesaat, damai itu hanya pelapis dari kegelisahan, isi itu hanya awal unt...