Skip to main content

#30DaysWritingChallenge Day 7 : List 10 songs that you've loving right now.

 - List 10 songs that you've loving right now.

Ini agak susah sih, karena aku cenderung mendengarkan lagu dari musisi yang itu-itu aja. Kalau ada yang lain, ya selewatan aja. Mungkin kita ubah dikit kali ya, jadi 10 lagu yang punya cerita? Oke ga si? Oke lah ya? ya okelah gua yang nulis. Hahaha.

1. d'Masiv - Diantara Kalian

Ini lagu yang nge-trigger aku beneran pengen bisa main gitar. Cuma karena denger melodi gitarnya Rama, aku ngerasa bakal keren banget kalo bisa main gitar di panggung mainin nada se-catchy itu. Aku lupa tahun berapa, kalau gak salah SD kelas 2 atau 3. Gitar pertama yang aku punya, waktu itu habis sakit typus dan dirawat di rumah sakit beberapa hari. Waktu itu entah kenapa banyak banget yang jengukin. Kalau di daerahku, biasanya besuk orang sakit either bawa makanan atau amplop, haha. Apalagi waktu itu aku masih kicil. Singkat cerita pulang dari rumah sakit, pas diitung kok banyak kali amplopnya haha. Yaudahlah dipake buat beli gitar pertama waktu itu. 

2. Avenged Sevenfold - So Far Away

Ini salah satu lagu cukup sulit pertama yang aku kuasain dan mainin di panggung perpisahan sekolah kakak kelas waktu SMP. Saat itu aku masih kelas 7 kalau tidak salah. Di titik ini, akhirnya Ibu mulai menyadari aku beneran pengen jadi anak band. Akhirnya dibeliinlah gitar listrik pertama. Waktu itu nanya tetangga, dia punya temen yang punya toko gitar kecil gitu di rumahnya. Datenglah aku kesana. Fun factnya, setelah bertahun-tahun kemudian, aku baru tau ternyata Epiphone Les Paul yang waktu itu aku beli beneran asli, hahaha. Nyesel banget ga dirawat dengan baik.

"Lived a life so endlessly, saw beyond what others see. I tried to heal your broken heart with all that I could. Will you stay?Will you stay away forever?"

3. Noah - Separuh Aku

Ini satu-satunya lagu yang pernah aku bawain di acara festival musik, as a vocalist, hahaha. Waktu itu diajak kakak kelas pas SMP ikut festival musik. Cuma karena waktu itu aku belum pede buat main gitar, akhirnya aku minta buat jadi vokalis aja. Dengan suara seadanya ini, ikutlah aku sama band mereka festival. Gak juara sih, tapi itu momen pertama kali manggung as a vokalis tanpa basic, modal nekat aja, hahaha.

4. A Rocket to the Moon - Like We Used To

Ini adalah lagu pertama yang pede aku nyanyiin full sambil main gitar pas suaraku masih nanggung perubahannya dari remaja cempreng ke 'agak' bulet. Inget banget, waktu itu aku emang lagi gitaran aja di depan kelas, ngeliatin lapangan basket, sendirian. Karena aku pikir lagi sendirian, yaudah aku nyanyi-nyanyi aja. Ternyata pas udah kelar, ada yang tepuk tangan anjir hahaha. Ternyata dari awal ada yang dengerin. Itu pertama kali ada yang muji langsung aku nyanyi. Padahaaal, aku buta nada, hahaha. Bisa main, tapi ga ngerti ini fals atau engga. Mungkin waktu itu lagi hoki aja nadanya gaada yang missed. Lagu ini juga jadi salah satu lagu aku yang aku temukan jaman masih main warnet, dan ga banyak orang di lingkungan aku yang tau band ini. Jadi lagu ini tuh berasa exclusive aja gitu buat aku.

"I can feel her breath as she's sleeping next to me, sharing pillows and cold feet. She can feel my heart, fell asleep to its beat, under blankets and warm sheets".

5. Semua lagu dari Hey Monday, khususnya Homecoming.

Sampai hari ini, setiap denger lagunya Hey Monday, langsung kebayang memori-memori bareng Can Teer Gank, temen circle SMP. Semua kenangannya langsung keputer di otak. Semua hal, dari nginep bareng rame-rame, keluar kota bareng, futsal bareng, ngerokok bareng, sampe pernah pesantren kilat bareng. Lagu ini juga salah satu lagu yang aku temuin di warnet. Emang anaknya suka ngulik aja dari dulu, terus aku bawa ke tongkrongan. Semua orang suka lagu ini, karena energik, liriknya ga cheesy untuk didengerin di tongkrongan. Mungkin kalo di Indo, mirip-mirip Vierra kali ya? Dulu suka banget sama vokalisnya, Cassadee Pope. Jaman itu, pengen banget punya pacar kek dia, hahaha.

"You're the direction I follow to get home. When I feel like I can't go on, you tell me to go. And it's like I can't feel a thing without you around. And don't mind me if I get weak in the knees, 'cause you have that effect on me, you do"

6. Secondhand Serenade - Fall For You, sama Your Call juga bisa sih..

Ini lagu pertama yang aku bisa mainin bareng pacar, ya sekarang udah mantan. Dia bahasa inggrisnya jago banget. Jago main piano, gitar, malah terakhir main biola. Lagu ini dia yang ngenalin, dan langsung dimainin bareng, di depan rumah dia. Ini pertama kalinya aku belajar main gitar teknik fingering, karena lagu ini gak enak kalo pake pick. Jadi aku mulai belajar fingering karena lagu ini. 

"Because tonight will be the night that I will fall for you, over again, don't make me change my mind. Or I won't live to see another day, I swear its true. Because a girl like you is impossible to find. You're impossible to find"

7. Ed Sheeran - Thinking Out Loud

Lagu ini pertama kali aku denger pas ada temen nyanyiin ini dengan baguuuuss sekali pas di tongkrongan. Terus petikannya catchy banget. Dari lagu ini aku sadar banget aku buta nada, hahaha. Karena waktu nyanyi bareng pas, pas sendirian kemana-mana hahaha. Lagu ini juga sempet jadi theme song kenangan sama orang. Tiap denger lagu ini, pasti memori yang langsung ke recall muka dia. Semoga kita bisa bahagia dengan jalan masing-masing ya!

"And darling I will be loving you 'til we're 70, and baby my heart could still fall as hard at 23. And I'm thinking 'bout how people fall in love in mysterious ways, maybe just the touch of a hand. Oh me I fall in love with you every single day, and I just wanna tell you I am"

8. Lagu pramuka (?) - Sora Mato Jorang

Ayahku dikenal sebagai 'Robert Baden-Powell'nya daerahku. Dedikasinya buat pramuka ga main-main. Dia bisa sangat sibuk kalo urusan pramuka. Secinta itu dia sama pramuka, tapi aku gasuka, hahaha. Waktu liburnya ga jarang abis cuma untuk ngurusin pramuka. Dari kecil, sampe sekarang, beliau masih suka tiba-tiba nyanyiin lagu ini. Jadi kalo denger lagu ini, langsung inget bokap. Kalau didengerin sekarang, atau pas lagi sendu, denger lagu ini bisa agak nangis dikit, haha. Ayahku panutan banget, disegala aspek dia keren banget. Walaupun gak ada orang yang sempurna, tapi setiap tindakan baik beliau selalu bisa dicontoh. Kerenlah!

"Sora mato jorang, sampai bertemu lagi cuuuu. Lambaian sapu tanganmu, Tando sora mato jorang"

9. Karnamereka - Ayah Ibu

Lagu ini sanggup banget bikin aku nangis. Pertama kali nangis denger lagu ini pas nyetirin keluarga dari Jogja. Dengan kondisi gelap malam, lagu ini keputer dan gak bisa ditahan air matanya, hahaha. Padahal mereka semua di mobil. Cuma ibu yang sadar aku nangis, bener-bener banjir tanpa suara sambil nyetir. Untung gelap, tapi ternyata ibu perhatiin dari row tengah. Jadi shyy :'( 

Liriknya dalem banget, kurang lebih mencakup doa yang selalu aku panjatkan. Tentang harapan jadi orang hebat untuk keluarga, kasih sayang ibu, dan harapan ayah untukku. Ah anjir, nulis ini aja udah mellow!

"Suatu saat nanti kan kugantikan tugasmu ayah, doakan aku ibu restumu sertai langkahku. Ayah dengarkanlah bahagia pasti datang percayalah. Ibu engkau kuatkan aku"

10. Semua lagu Tulus.

Aku suka Tulus, tapi gak sesuka itu, biasa aja. Aku tipe orang yang bisa menyukai sesuatu karena ada faktor orang lain di dalamnya, makanya sekarang jadi suka. Cuma lagunya susah-susah dimainin, haha. 

Ya, segitu aja. Agak belok dikit dari judul, tapi yaudahlah ya. Sebenernya masih banyak, cuma yang keinget pas nulis cuma lagu-lagu itu. 

See you!

Comments

Popular posts from this blog

tentang rasa yang tumbuh diam-diam

Jujur gue nggak tahu mau nulis apa. Tapi kayak pengen cerita aja, nulis ngalir gitu, cuma pengen cerita. Tentang seseorang. Tentang rasa. Tentang kedekatan yang mungkin datang terlalu cepat, tapi gak bisa juga dibilang salah waktu. Beberapa waktu terakhir, gue cukup sering bareng sama seseorang. Kita gak bisa dibilang “deket” banget, tapi sering bareng, main bareng, nongkrong bareng, kadang berangkat kerja bareng. Awalnya terasa biasa. Lama-lama, nggak tahu kenapa, jadi terasa istimewa. Dia bukan cuma cantik dan pintar, tapi juga punya aura yang tenang, soft spoken, dan senyum yang... bikin hari terasa lebih ringan. Dia mungkin adalah tipe orang yang bikin lo merasa nyaman hanya dengan keberadaannya, nyenengin banget diajak ngobrol. Kita mulai akrab karena sering jogging bareng. Tapi karena gue gak kuat lari, kita lebih sering jalan kaki muterin jogging track, bisa sejam dua jam, cuma jalan dan ngobrol. Dari situlah semua dimulai. Dia cerita soal hubungannya yang baru aja selesai, tent...

asing

for the first time, i didn’t look at you, even when we crossed paths. we’ve finally become strangers, just like you wanted. and again, seeing you makes it hard to breathe we’re strangers now. it feels weird, doesn’t it? maybe it's time to let go. you stopped caring, and i started hiding. we’ve drifted so far,we’re not the same anymore. it sucks, faking indifference when all i feel is the opposite. even though i know your words already killed any hope we had. now, i’m learning to stay quiet, in the middle of all these screaming memories. your voice doesn’t echo in me anymore, and your eyes, they used to feel like home, now they just pass over me, like i was never even there. i still smell your perfume, still remember the food you gave me before the goodbye. i still see your laugh—wild and unfiltered under the Bandung's skies, still feel how your touch used to silence every storm inside me. i don’t know how to forget, but you’ve already stopped remembering, i’m still drowning, wh...

yabegitulah.

Hello, there! Ini bukan tentang mengenang, tapi memahami jika langkah sudah lelah, namun pergolakan rasa tidak bisa diredam.  aku mengerti jika damai adalah tanpaku, aku tau jika lelah akan sirna tanpa harus ada aku, dan aku paham jika damai itu ternyata melepaskan.  tapi akan ada yang hilang disitu, tentu akan ada luka yang tergores, akan ada lubang tanpa isi, yang pasti tertinggal setelah ditinggal pergi.  begitu juga disini, segala hal yang pernah mengisi direnggut paksa tanpa permisi. kesepian itu kemudian merangsek masuk tanpa kendali. kini aku sendiri, memegang tali yang sudah dilepaskan.  tapi ini bukan tentang meromantisasi itu lagi, ini soal berdamai, melangkah, kemudian segera merelakan. melupakan bukan opsi, karena ekspektasi dan harapan itu pernah setinggi awan, walau akhirnya harus dikubur dalam-dalam.  setidaknya, terima kasih. meski pelangi itu hanya sebentar, cerah itu hanya sesaat, damai itu hanya pelapis dari kegelisahan, isi itu hanya awal unt...