Skip to main content

#30DaysWritingChallenge Day 6 : Five ways to win your heart.

 - Five ways to win your heart

Sebenarnya aku tidak pernah tau aku punya syarat pasti, atau langkah pasti untuk seseorang bisa aku sukai. Kadang daya tarik mereka yang mengundang hati untuk mendekat sendiri. Jadi kalau ditanya apa saja, aku akan mencoba merasakan, walaupun mungkin yang aku tulis tidak bisa jadi patokan, at least hal-hal ini yang terlintas atau mungkin pernah aku rasakan.

Mari kita coba ya..

1. Cantik

Menurut psikolog Bondan Seno Prasetyadi, "secara fisiologis pria merupakan makhluk visual karena lebih banyak menggunakan sisi rasional, sementara wanita kebalikannya lebih banyak memakai emosional. Jadi pria dan wanita tentu berbeda," 

Sementara dari data yang aku baca, hampir 50% dari otak manusia selalu terlibat dalam memproses visual. Meskipun manusia punya panca indera, namun 70% dari seluruh laporan sensorik ada di mata. Mata kita sangat bagus, bahkan dinilai jauh lebih baik dibandingkan indra kita yang lain, sehingga kita dapat menangkap pemandangan visual dalam waktu kurang dari 1/10 detik.

Jadi ya, terjawablah ya. Sementara aku tidak punya kriteria khusus seperti apa orang yang akan aku sukai. Cantik itu kan relatif, dan semua wanita cantik di mata lelaki yang tepat. Jadi sepertinya aku tidak bisa menjelaskan, ini hanya bisa dirasakan. Hehehe.

2. Ngemong

Sebagai anak tengah yang sangat dekat dengan ibu, tapi tidak dekat dengan kakak, sedangkan aku juga tidak memiliki kakak perempuan, aku tumbuh menjadi laki-laki yang haus akan kedekatan itu. Proses suka menjadi sayang  dengan orang yang aku pilih akan sangat mudah kalau aku sudah menerima treatment ini. Menjadi anak tengah tidak bisa semanja si bungsu dan tidak boleh kalah kuat dari si sulung.

Namun, karena aku tidak memiliki kedekatan personal yang baik dengan saudara tertuaku, aku jadi selalu mencari sosok yang bisa ngemong. Tidak harus lebih tua, asalkan bisa memberi perasaan dijaga, diurus, dan diperhatikan adalah sebuah rezeki yang luar biasa lho! Karena aku bisa sangat manja dengan pasangan perihal tertentu, dan bisa jadi sangat mandiri pada banyak hal tertentu juga. Tapi kan pada dasarnya manusia selalu berusaha mencari safe zone dan 'rumah' untuk pulang kan?

3. Bisa diajak ngobrol apa aja

Aku suka mendengar opini orang tentang apapun. Aku bisa dengan mudah menyimak cerita orang dengan baik, apalagi itu orang yang berarti untukku. Kegiatan mendengarkan dan mengobrol menjadi salah satu kunci untuk mencuri hatiku, lho! Hahaha. Karena aku bisa jadi sangat diam ketika dikeramaian, tapi akan menjadi sangat comel ketika ditempat ternyamanku. Jadi aku butuh orang yang bisa mendengarkan dan bercerita dengan baik. Karena menurutku, kalau nanti tua, hubungan dengan pasangan yang tersisa hanya cinta dan otak yang masih bisa bekerja untuk mengingat dan bercerita kan? 

4. Tau banyak hal, tapi tidak menggurui

Menurutku, orang yang tau banyak hal itu seksi sekali. Apalagi kalau dia bisa memberi tau tanpa kita merasa digurui, setuju? Apalagi aku merasa aku adalah manusia yang punya rasa penasaran tinggi. Tak jarang aku bertanya tentang sesuatu karena memang ingin sekali tau, bukan untuk sekedar basa-basi. Tapi kan tidak semua orang yang tau banyak, bisa memberitau kita tanpa merasa lebih pintar bukan? Jadi aku merasa orang dengan pengetahuan luas dan bisa mendeliver itu dengan baik itu keren sekali!

5. Berlaku baik pada orang tuanya

Tadi sudah aku mention kedekatanku dengan ibu. Punya hubungan baik dengan orang tua menjadi faktor penting dalam usaha merebut hati ini hahaha. Aku rasa tidak perlu dijelaskan kenapa, semua pelajaran hidup bahkan agama sudah menjelaskan dengan rinci kenapa kita harus berbuat baik dengan orang tua. Aku pernah menyudahi hubungan dengan orang yang mengeluh tentang orang tuanya dengan menyebut "orang tuaku menyusahkan". Hubungan baik dengan orang tua penting sekali.

Sudah ya, segitu aja. Ini bukan patokan pasti, tapi setidaknya aku pernah merasakan hal-hal tersebut terjadi. Sebenarnya, intinya aku percaya orang yang datang dengan niat baik, pasti hati kecil ini akan merasakan baik juga. Jadi sebetulnya menjadi diri sendiri dengan niat baik dan tulus juga pasti akan tercium. Tinggal masalah cocok atau tidak dengan pribadinya saja kan?

Maaciw.

Comments

Popular posts from this blog

tentang rasa yang tumbuh diam-diam

Jujur gue nggak tahu mau nulis apa. Tapi kayak pengen cerita aja, nulis ngalir gitu, cuma pengen cerita. Tentang seseorang. Tentang rasa. Tentang kedekatan yang mungkin datang terlalu cepat, tapi gak bisa juga dibilang salah waktu. Beberapa waktu terakhir, gue cukup sering bareng sama seseorang. Kita gak bisa dibilang “deket” banget, tapi sering bareng, main bareng, nongkrong bareng, kadang berangkat kerja bareng. Awalnya terasa biasa. Lama-lama, nggak tahu kenapa, jadi terasa istimewa. Dia bukan cuma cantik dan pintar, tapi juga punya aura yang tenang, soft spoken, dan senyum yang... bikin hari terasa lebih ringan. Dia mungkin adalah tipe orang yang bikin lo merasa nyaman hanya dengan keberadaannya, nyenengin banget diajak ngobrol. Kita mulai akrab karena sering jogging bareng. Tapi karena gue gak kuat lari, kita lebih sering jalan kaki muterin jogging track, bisa sejam dua jam, cuma jalan dan ngobrol. Dari situlah semua dimulai. Dia cerita soal hubungannya yang baru aja selesai, tent...

asing

for the first time, i didn’t look at you, even when we crossed paths. we’ve finally become strangers, just like you wanted. and again, seeing you makes it hard to breathe we’re strangers now. it feels weird, doesn’t it? maybe it's time to let go. you stopped caring, and i started hiding. we’ve drifted so far,we’re not the same anymore. it sucks, faking indifference when all i feel is the opposite. even though i know your words already killed any hope we had. now, i’m learning to stay quiet, in the middle of all these screaming memories. your voice doesn’t echo in me anymore, and your eyes, they used to feel like home, now they just pass over me, like i was never even there. i still smell your perfume, still remember the food you gave me before the goodbye. i still see your laugh—wild and unfiltered under the Bandung's skies, still feel how your touch used to silence every storm inside me. i don’t know how to forget, but you’ve already stopped remembering, i’m still drowning, wh...

yabegitulah.

Hello, there! Ini bukan tentang mengenang, tapi memahami jika langkah sudah lelah, namun pergolakan rasa tidak bisa diredam.  aku mengerti jika damai adalah tanpaku, aku tau jika lelah akan sirna tanpa harus ada aku, dan aku paham jika damai itu ternyata melepaskan.  tapi akan ada yang hilang disitu, tentu akan ada luka yang tergores, akan ada lubang tanpa isi, yang pasti tertinggal setelah ditinggal pergi.  begitu juga disini, segala hal yang pernah mengisi direnggut paksa tanpa permisi. kesepian itu kemudian merangsek masuk tanpa kendali. kini aku sendiri, memegang tali yang sudah dilepaskan.  tapi ini bukan tentang meromantisasi itu lagi, ini soal berdamai, melangkah, kemudian segera merelakan. melupakan bukan opsi, karena ekspektasi dan harapan itu pernah setinggi awan, walau akhirnya harus dikubur dalam-dalam.  setidaknya, terima kasih. meski pelangi itu hanya sebentar, cerah itu hanya sesaat, damai itu hanya pelapis dari kegelisahan, isi itu hanya awal unt...