Skip to main content

KISAH HIDUP : Hayley Nichole Williams, Bertahan Melewati Keterpurukan !

27 Desember 1988 adalah hari dimana lahir seorang bayi wanita cantik asal Meridian, Mississippi, AS yang kelak akan menjadi salah satu vokalis band paling diingat dalam sejarah musik dunia. Lahir dengan nama Hayley Nichole Williams, Hayley kecil yang pemalu ini tumbuh di Meridian sebelum akhirnya pada umur 13 tahun ia pindah ke Tennessee.  Hayley juga dikabarkan tidak mempunyai teman selain sesama musisi. Ia juga memutuskan untuk berhenti bersekolah di sekolah umum dan memilih untuk home schooling. Nah dari guru privatenya itulah Hayley dikenalkan pada Josh Farro dan Zac Farro. 

         

Karir musiknya dimulai saat ia berusia 14 tahun, tahun 2003. Kala itu ia sudah menjadi songwriters profesional di Nashville. Bakat itu kemudian dilirik oleh Dave Steunebrink dan Richard Williams dan menawarkan kontrak production selama 2 tahun bersama Atlantic Records. Tawaran tersebut awalnya untuk menjadikan Hayley solois pop guna memperkuat roster Atlantic, namun ia menolak dan memilih ingin membuat band pop punk. 

All We Know is Falling (2005)

Ia pun mengajukan Paramore, yang kala itu beranggotakan Josh Farro, Zac Farro, dan Jeremy Davis. Mulailah ditahun 2005 album perdana All We Know is Falling dirilis. Setahun setelahnya, Hayley sempat merilis lagu untuk October Fall bertajuk Keep Dreaming Upside DownPada Juni 2009, mereka resmi mendaulat Taylor York sebagai gitaris kedua mereka setelah Taylor sudah ikut bermain bersama mereka menjadi anggota tour sejak tahun 2007.


Hayley dan Josh yang sama-sama memiliki phobia terhadap laba-laba ini, sempat dikabarkan berpacaran sejak 2004 dan akhirnya memutuskan untuk menyudahinya pada musim gugur di tahun 2007. Alasan mereka berpisah adalah karena mereka menyadari bahwa mereka masih terlalu muda dan labil, mereka juga tidak ingin membuat band mereka menjadi band yang berisikan tentang hubungan mereka berdua, bukan tentang musik mereka. Putusnya hubungan mereka berdua, bisa agan rasakan di album Paramore berjudul Brand New Eyes yang rilis di tahun 2009.

with Chad Gilbert

Setelah putus dari Hayley, Josh pun berkencan dengan Jenna Rice, begitupun Hayley yang memilih berpacaran dengan vokalis New Found GloryChad Gilbert. Mereka berhubungan sejak 2008, dan bertunangan pada Natal 2014, kemudian menikah pada 20 Februari 2016 di Tennessee

Brand New Eyes (2009)

Pada tahun 2010, Josh Farro dan Zac Farro mengejutkan para fans dengan memutuskan hengkang dari Paramore karena merasa hanya menjadi alat bagi kesuksesan Hayley. Mereka menganggap bahwa manajemen seolah-seolah membuat Paramore adalah Hayley tanpa menghiraukan personil lain. Josh mengaku jika situasi memanas saat ia dan Hayley putus sebagai pasangan. Niat Zac keluar dari Paramore sudah tercetus sejak Paramore gagal konser di Eropa pada 2008. Masalah lain pun muncul ketika menggarap Brand New Eyes. Para personil menilai lagu-lagu tulisan Hayley di album ini terlalu negatif dan tidak cocok dengan personil lainnya. 

Riot! (2007)

Makin panas Josh tidak terima setelah melihat statement Hayley dalam website resmi Paramore. Joshn menyalahkan Hayley lantaran tidak merilis statement berdasarkan diskusi bersama malah menulis berdasarkan sudut pandang pribadinya saja. Padahal, saat itu Josh mengaku telah membuat statement resmi yang siap dirilis, namun Hayley mendahuluinya. Di awal karir Paramore, justru Hayley pernah keluar dari band dan berniat solo karir, namun ia kembali ke Paramore. Menurut Josh, band makin tidak kondusif sejak rilis album Riot! saat Jeremy dan Hayley mulai berubah dari kesepakatan awal band.

Josh & Zac

Masalah mereka kian meruncing saat Hayley mengadakan press conference terkait pecahnya Paramore tapi tanpa memberitahu personil lainnya. Mereka juga menilai Hayley sering mengambil keputusan untuk band tanpa menghiraukan perosnil lain, bahkan negosiasi dengan label dan kontrak kerja mereka pun hanya Hayley yang menandatangani. Kondisi ini diperuwet dengan ayah Hayley yang mengancam akan menghancurkan Paramore jika mendengar hal yang tidak enak mengenai anaknya. Selepas hengkang, mereka masing-masing bergabung dengan band baru, Josh dengan Tunnel, Zac dengan Fox Avenue.

Pada 14 Desember 2015, giliran Jeremy yang memutuskan cabut dari band. Penyataan itu ditulis melalui akun Facebook Paramore. Setelah tinggal berdua, mereka sempat ingin menyerah dan membubarkan Paramore. Namun karna tekad kuat Hayley dan Taylor, nyatanya Hayley dan Taylor masih sanggup berkarya dengan menelurkan single bertajuk Hard Times. Kabar baiknya, setelah 7 tahun cabut, Zac Farro kembali bergabung dengan Paramore dan menghasilkan album After Laughter.

Di album EP solonya Petals for Armor I, Hayley sangat menaruh personal touch tentang apa yang sedang ia alami. Depresi itu mulai muncul kala ia sedang menggarap album After Laughter ditahun 2017. Ia mengaku sempat bergelut dengan trauma masa kecilnya serta rasa ketakutan akan kehilangan orang-orang yang ada dihidupnya. Kemudian ia resmi bercerai dengan Chad Gilbert beberapa bulan sebelum After Laughter rilis. Perceraian itu diumumkan melalui instagram pada 2 Juli 2017. Pernikahan itu hanya berlangsung selama 16 bulan. 

"Kami berdua sudah bersama-sama selama 10 tahun. Kami tumbuh bersama dan selalu ada melewati semua hal yang baik dan penuh tantangan. Tapi ada tantangan untuk mengenali dan memahami hatimu sendiri dalam konteks hubungan. Dan selalu ada hal yang baik saat kita mempertimbangkan hati orang lain, bahkan jika harus menepikan hati kita sendiri," ungkap Hayley. "Kami ingin mengumumkan kali ini saja dengan sederhana bahwa kami berpisah. Kami akan baik-baik saja dan akan tetap berteman baik," ujar mereka berdua. 

Ia bahkan mengaku sampai tak makan dan tidur, bahkan ia tidak tertawa untuk waktu yang lama. Ditambah, kala ia tengah menggarap projek solonya, sang Nenek sempat jatuh dan mengalami cedera otak parah yang makin membuat Hayley sedih. "Anjingku adalah alasan aku masih hidup, karena dia selalu menungguku pulang ke rumah, apapun yang terjadi," ungkap Hayley menjawab tentang bagaimana ia mampu melewati fase berat tersebut. Ia juga mengatakan terapi visualisasi sangat membantunya memahami cara melindungi dirinya pada fase itu. Ia juga mention film dan serial TV yang menemaninya serta membantu menghadapi masa sedihnya.

Keterpurukannya di perparah dengan keluarnya Jeremy dari Paramore pada saat itu. Meskipun ia menghadapi depresi yang buruk, ternyata sebagai bintang rock yang juga mengoleksi Barbie dirumahnya, Hayley tidak terpengaruh dengan alkohol, rokok dan drugs. Itu juga tergambar pada tatto di lengan kirinya bertuliskan "Accentuate the positive, eliminate the negative"

Hayley yang juga dikenal sangat menggilai keju dan mampu bermain gitar dengan tangan kiri dan kanan ini juga sempat membuat heboh para fans, ketika ia memposting di situs resmi Paramore tentang kebenciannya terhadap ayah tirinya karena sudah melelang barang-barang pribadi miliknya, termasuk diarynya. Namun walaupun ia membeberkan kemarahan dan kebencian pada ayah tirinya, Hayley tetap tidak membocorkan identitas ayah tirinya karena ia merasa masih menghormatinya. Namun Hayley memperingatkan semua fansnya untuk tidak membeli semua barang-barangnya.

Sederet prestasi pun diukirnya sejak berada di Paramore, sebut saja Shockwaves NME Awards di kategori Sexiest Female di tahun 2009, Kerangg Readers' Poll di tahun 2008, 2009 dan 2013, serta menjadi nominasi di beberapa kategori penghargaan seperti 37th People's Choice Awards53rd Annual Grammy Awards, dan Kerrang! Relentless Kerrang! Awards 2013.

Ada cerita menarik soal single Misery Business. Pada blognya ditahun 2015, Hayley mengatakan bahwa lagu ini ia tulis saat ia berusia 17 tahun. Ia mengakui lagu ini berasal dari cara pandangnya yang sempit kala itu dan tidak menggambarkan prinsip atau filosofinya tentang apapun. Lagu ini menurut Hayley seperti satu halaman diarynya tentang peristiwa yang ia alami sebagai remaja. Hayley mengaku membenci lagu ini karena menurutnya lirik lagu ini terkesan seksis. Lagu ini menceritakan tentang mantan kekasih Josh Farro kala itu. Ia bilang kalo dia dan Josh sudah sama-sama suka sejak mereka berumur 13 tahun, namun saat itu Josh sudah punya pacar. 

Selain Misery Business, lagu The Only Exception juga sempat ramai diperbincangankan karena banyak yang mengira Hayley adalah lesbian. Ia bahkan sampai membuat jumpa pers untuk menjelaskan makna sebenarnya lagu tersebut. Lagu ini bercerita tentang traumanya menjalani hubungan lantaran pernah menghadapi orang tuanya yang saling menyakiti hingga akhirnya berpisah.


### Postingan ini sudah pernah saya muat di Kaskus namun ini disempurnakan ###

Comments

Popular posts from this blog

tentang rasa yang tumbuh diam-diam

Jujur gue nggak tahu mau nulis apa. Tapi kayak pengen cerita aja, nulis ngalir gitu, cuma pengen cerita. Tentang seseorang. Tentang rasa. Tentang kedekatan yang mungkin datang terlalu cepat, tapi gak bisa juga dibilang salah waktu. Beberapa waktu terakhir, gue cukup sering bareng sama seseorang. Kita gak bisa dibilang “deket” banget, tapi sering bareng, main bareng, nongkrong bareng, kadang berangkat kerja bareng. Awalnya terasa biasa. Lama-lama, nggak tahu kenapa, jadi terasa istimewa. Dia bukan cuma cantik dan pintar, tapi juga punya aura yang tenang, soft spoken, dan senyum yang... bikin hari terasa lebih ringan. Dia mungkin adalah tipe orang yang bikin lo merasa nyaman hanya dengan keberadaannya, nyenengin banget diajak ngobrol. Kita mulai akrab karena sering jogging bareng. Tapi karena gue gak kuat lari, kita lebih sering jalan kaki muterin jogging track, bisa sejam dua jam, cuma jalan dan ngobrol. Dari situlah semua dimulai. Dia cerita soal hubungannya yang baru aja selesai, tent...

asing

for the first time, i didn’t look at you, even when we crossed paths. we’ve finally become strangers, just like you wanted. and again, seeing you makes it hard to breathe we’re strangers now. it feels weird, doesn’t it? maybe it's time to let go. you stopped caring, and i started hiding. we’ve drifted so far,we’re not the same anymore. it sucks, faking indifference when all i feel is the opposite. even though i know your words already killed any hope we had. now, i’m learning to stay quiet, in the middle of all these screaming memories. your voice doesn’t echo in me anymore, and your eyes, they used to feel like home, now they just pass over me, like i was never even there. i still smell your perfume, still remember the food you gave me before the goodbye. i still see your laugh—wild and unfiltered under the Bandung's skies, still feel how your touch used to silence every storm inside me. i don’t know how to forget, but you’ve already stopped remembering, i’m still drowning, wh...

yabegitulah.

Hello, there! Ini bukan tentang mengenang, tapi memahami jika langkah sudah lelah, namun pergolakan rasa tidak bisa diredam.  aku mengerti jika damai adalah tanpaku, aku tau jika lelah akan sirna tanpa harus ada aku, dan aku paham jika damai itu ternyata melepaskan.  tapi akan ada yang hilang disitu, tentu akan ada luka yang tergores, akan ada lubang tanpa isi, yang pasti tertinggal setelah ditinggal pergi.  begitu juga disini, segala hal yang pernah mengisi direnggut paksa tanpa permisi. kesepian itu kemudian merangsek masuk tanpa kendali. kini aku sendiri, memegang tali yang sudah dilepaskan.  tapi ini bukan tentang meromantisasi itu lagi, ini soal berdamai, melangkah, kemudian segera merelakan. melupakan bukan opsi, karena ekspektasi dan harapan itu pernah setinggi awan, walau akhirnya harus dikubur dalam-dalam.  setidaknya, terima kasih. meski pelangi itu hanya sebentar, cerah itu hanya sesaat, damai itu hanya pelapis dari kegelisahan, isi itu hanya awal unt...