Skip to main content

KISAH HIDUP : Gerard Arthur Way, Komikus yang Nyemplung ke Dunia Musik !

KISAH HIDUP : Gerard Arthur Way, Komikus yang Nyemplung ke Dunia Musik !

Lahir pada 9 April 1977, siapa sangka pasangan Donna Lee dan Donald Way akan mempunyai anak laki-laki yang kelak akan menjadi ikon musik dunia. Begitupun juga adiknya kelak, Mikey Way, yang akan menjadi bagian dari sebuah band yang lahir dari peristiwa serangan teroris 11 September 2001. 

KISAH HIDUP : Gerard Arthur Way, Komikus yang Nyemplung ke Dunia Musik !
photo: with his lil brother

Gerard Arthur Way, pria yang alergi terhadap kucing ini, sudah mulai menunjukkan talenta bernyanyinya sejak duduk dibangku kelas empat, ketika itu ia tampil dalam sebuah drama musikal sekolahnya, ia memerankan peran sebagai Peter Pan.

KISAH HIDUP : Gerard Arthur Way, Komikus yang Nyemplung ke Dunia Musik !
photo: with his father

KISAH HIDUP : Gerard Arthur Way, Komikus yang Nyemplung ke Dunia Musik !
photo: with his mother

Elena Lee Rush, sang nenek, adalah salah satu yang bertanggung jawab atas munculnya keinginan Gerard untuk berseni, selain dorongan lantunan Jon Bon Jovi yang sedikit banyak membentuk kecintaannya dalam musik saat Gerard sekolah dasar. 

KISAH HIDUP : Gerard Arthur Way, Komikus yang Nyemplung ke Dunia Musik !
photo: Elena Lee Rush

Ia mengajarkan Gerard menyanyi, melukis, dan memberanikan diri untuk tampil di usianya yang sangat belia. Pada usia 8 tahun, sang nenek jugalah yang membelikan gitar pertamanya. Kematian sang nenek kelak akan dikenang sang cucu dengan hits berjudul Helena.

KISAH HIDUP : Gerard Arthur Way, Komikus yang Nyemplung ke Dunia Musik !

KISAH HIDUP : Gerard Arthur Way, Komikus yang Nyemplung ke Dunia Musik !
KISAH HIDUP : Gerard Arthur Way, Komikus yang Nyemplung ke Dunia Musik !
photo: young Gerard

Namun begitu, Gerard dan adiknya seringkali dilarang orang tuanya untuk bergaul diluar rumah, dengan alasan lingkungan tempat tinggalnya yang berbahaya. Begitupun dilingkungan sekolahnya ia juga sering jadi korban perundungan dengan menjadi korban lelucon untuk anak-anak lain. Ia mengatakan, saat kecil ia adalah anak yang gemuk dengan rambut yang buruk dan sangat jelek. Ia sering diganggu di sekolah, seperti dibanting ke loker, dipukul tepat di wajah, dan banyak hal lain terjadi padanya. Seni yang akhirnya menjadi pelarian Gerard dari depresinya, meskipun ia juga akhirnya mengalami ketergantungan alkohol dan drugs.

Usahanya dalam membuahkan hasil pada tahun 1993, ketika ia berusia 16 tahun, Gerard berhasil membuat seri buku komik dengan judul On Raven's Wings yang kemudian diterbitkan oleh Bonyard Press milik Hart D. Fisher. Nama Gerard ditulis dengan sebutan Garry Way


KISAH HIDUP : Gerard Arthur Way, Komikus yang Nyemplung ke Dunia Musik !
photo: On Raven's Wings

Di usia 16 tahun pula, ia tampil dalam episode Sally Jesse Raphael untuk membahas kontroversi seputar publikasi kejahatan serial killer Jeffrey Dahmer dalam buku komik. 

Dalam sebuah wawancara oleh majalah Rolling Stone, Gerard pernah menceritakan bahwa dirinya pernah ditodong oleh senjata .357 Magnum yang nempel di kepalanya pada saat ia berusia 15 tahun. Beruntung ia masih selamat.  


KISAH HIDUP : Gerard Arthur Way, Komikus yang Nyemplung ke Dunia Musik !

Karena itulah pria yang phobia dengan jarum ini mulai menggambar karakter fantasi komik untuk mengisi hari-harinya. Ia pun akhirnya melanjutkan pendidikannya setelah lulus dari Belleville High School pada tahun 1995, ke New York City School of Fine Arts. Fakta menarik, Gerard menciptakan lagu I’m Not Okay karena pada saat kuliah ia pernah menyukai seorang gadis yang sudah punya pacar. Tapi kemudian, situasi yang membuat makin parah, sebuah foto syur gadis tersebut dan pacarnya tersebar di kampus. Saat itu pun perasaan Gerard campur aduk ga karuan, dan akhirnya terciptalah lagu ini. 

KISAH HIDUP : Gerard Arthur Way, Komikus yang Nyemplung ke Dunia Musik !

Ia lulus dari New York City School of Fine Arts pada 1999 sebagai Bachelor of Fine Arts.  Ia kemudian sempat bekerja di perusahaan komik Cartoon Network sebagai penggambar. Pada 2001, ia juga sempat membuat komik bersama Joe Boyle berjudul The Breakfast Monkey, namun gagal rilis karna ditolak oleh perusahaan karna dianggap mirip dengan Aqua Teen Hunger Force.


KISAH HIDUP : Gerard Arthur Way, Komikus yang Nyemplung ke Dunia Musik !

Way juga merupakan salah satu co-founder dari DC Comics' Young Animal. Dia bersama Shaun Simons dan Becky Cloonan menulis mini-seri komik The True Lives of the Fabulous Killjoys yang dipublikasikan di San Diego Comic-Con pada 2009


KISAH HIDUP : Gerard Arthur Way, Komikus yang Nyemplung ke Dunia Musik !
photo : with Gabriel Ba

Pada 2007, Gerard mulai membuat seri buku komik The Umbrella Academy yang diterbitkan resmi pada 19 September 2007, yang kemudian volume pertamanya berjudul Apocalypse Suite di remake oleh Gabriel Ba. Apocaplyse Suite kemudian dirilis oleh Dark Horse Comics di terbitan Free Comic Book Day mereka pada 5 Mei 2007, seri ini mendapat Eisner Award untuk Best Limited Series . Cetakan kedua dari The Umbrella Academy  akhirnya dirilis pada 17 Oktober 2007 dan kemudian menjadi pemenang Eisner Award. 

KISAH HIDUP : Gerard Arthur Way, Komikus yang Nyemplung ke Dunia Musik !

The Umbrella Academy kemudian diadaptasi menjadi seri Netflix yang dirilis pada 2019.

KISAH HIDUP : Gerard Arthur Way, Komikus yang Nyemplung ke Dunia Musik !

Gerard Way juga merambah dunia penyutradaraan. Ia memulai debutnya pada 2013 dengan menyutradari seri The Hub, The Aquabats Super Show!, disamping itu ia juga menggarap dua seri musik final The Antibats! bersama Christian Jacobs dan Jason deVillers. Dalam episode tersebut, Mikey Way juga muncul memerankan seorang tokoh vokalis band death metal bernama AsthmaSetahun berselang, episode tersebut masuk nominasi dalam Daytime Emmy Award untuk kategori Outstanding Writing in a Children's Series. 

KISAH HIDUP : Gerard Arthur Way, Komikus yang Nyemplung ke Dunia Musik !

Ia bekerja sebagai karyawan Cartoon Network saat tragedi 11 September 2001. Peristiwa itu yang akhirnya merubah persepsinya akan hidup. Ia kembali memainkan gitar dan membuat lagu. Lagu tersebut yang akhirnya kita kenal dengan judul Skylines and Turnstiles, lagu yang menceritakan tragedi tersebut. Setelah lagu tersebut tercipta, Gerard pun akhirnya mengontak semua personil lainnya. Lahirlah My Chemical Romance. Band ini jugalah yang sedikit banyak membantu Gerard menghilangkan trauma akibat tragedi tersebut. 


Wawancara Gerard di ComicCon (sumber : https://www.provoke-online.com/index...api-traumatik) “Jadi ketika insiden 9/11 terjadi, saya mengambil gitar lagi dan saya menulis 'Skylines And Turnstiles'. Setelah itu saya memanggil Otter (drummer), Toro ( gitaris), dan setelah itu kami mendapatkan Mikey (bass) untuk memulai membangun momentum (My Chemical Romance) ini. MCR bisa dibilang sebagai terapi saya dari Post Traumatic Stress Disorder yang saya alami dan semua orang yang melihat kejadian 9/11,” cerita Gerard Way saat wawancara di Comic Con Los Angeles 2019.

Pada tahun 2007, My Chemical Romance menjadi band pembuka bagi Linkin Park di Projekt Revolution Tour. Kala itu rupanya ada sebuah band bernama Mindless Seld Indulgence yang didalamnya ada Lyn-Z sebagai bassist. Band tersebut tampil di Revolution Stage. Disitulah Gerard dan Lyn bertemu dan saling jatuh cinta, bahkan akhirnya menikah usai tur berakhir. Gerard sangat berterima kasih pada Linkin Park karena telah mengundang MCR sebagai band pembuka sekaligus mempertemukan Gerard dengan jodohnya.

KISAH HIDUP : Gerard Arthur Way, Komikus yang Nyemplung ke Dunia Musik !

Gerard juga dikenal sebagai musisi yang bersimpati terhadap LGBT dan membela hak mereka, meskipun ia bukan seorang gay atau transgender.


KISAH HIDUP : Gerard Arthur Way, Komikus yang Nyemplung ke Dunia Musik !
photo: his Daughter

Pernikahan Gerard dan Lyn segera dilangsungkan setelah tour berakhir, acar sederhana itu hanya dihadiri 30 sampai 40 orang, dan diantaranya ada mendiang Chester Bennington hadir dalam acara tersebut. Seorang anggota staf tur Live Nation, ditunjuk untuk melakukan upacaranya. Pada 27 Mei 2009, putri mereka lahir dan diberi nama Bandit Lee Way

KISAH HIDUP : Gerard Arthur Way, Komikus yang Nyemplung ke Dunia Musik !

Semakin hari, MCR makin terkenal, justru membuat Gerard stres. Ia mengungkapkan dalam sebuah wawancara dengan Rocksound ditahun 2014 bahwa masalahnya dengan MCR berasal dari dalam. Ia merasa membangun penjaranya sendiri. Ia merasa kesuksesan album The Black Parade justru menjadi beban para personil dalam bermusik. Terlalu banyak opini dan ekspektasi yang menuntut ini itu membuat Gerard tidak lagi merasa senang bermusik dengan MCR. 

Mereka pun memutuskan untuk bubar pada bulan Maret 2013. Namun Gerard menggaris bawahi jika bubarnya mereka bukan karena ada perselisihan antar personil, melainkan karena mereka memang sudah waktunya bubar. 

KISAH HIDUP : Gerard Arthur Way, Komikus yang Nyemplung ke Dunia Musik !

Setelah bubarnya MCR, Pada Mei 2014, Gerard mengumumkan dirinya bergabung dengan Warner Bros Records dalam situs Tumblrnya dan akan merilis singel pertamanya bertajuk Action Cats yang akan dirilis akhir Juni sebagai single promosi untuk album barunya serta memberi tau penampilan solo pertamanya di Reading and Leeds Festivals 2014.

KISAH HIDUP : Gerard Arthur Way, Komikus yang Nyemplung ke Dunia Musik !

Album dengan judul Hesitant Alien akhirnya dirilis pada 30 September 2014. Ia mengubah genrenya menjadi britpop. Kemudian pada Record Store Day 2016, Gerard merilis 2 lagu yang belum pernah dirilis dari album Hesitant Alien yang berjudul Don't Try dan Pinkish. 

KISAH HIDUP : Gerard Arthur Way, Komikus yang Nyemplung ke Dunia Musik !

Pada 28 Oktober 2018, ia kembali merilis singel bertajuk Baby You're a Haunted House yang kali ini berduet dengan adiknya Mikey Way diposisi bass. 

KISAH HIDUP : Gerard Arthur Way, Komikus yang Nyemplung ke Dunia Musik !

Kemudian pada 15 November, ia kembali merilis singel yang ditulis bersama dengan mantan personil MCR, Ray Toro bertajuk Getting Down the Germs. Kemudian mereka juga merilis singel cover Hazy Shade of Winter milik Simon & Garfunkel dan Happy Together milik The Turtles.

Gerard juga banyak mengerjakan projek-projek lain baik itu musik, komik, maupun televisi yang tidak mungkin semuanya ane tulis disini, hehehe. 

KISAH HIDUP : Gerard Arthur Way, Komikus yang Nyemplung ke Dunia Musik !

Setelah vakum lama, akhirnya pada 20 Desember 2019, Shrine Expo Hall, LA menjadi saksi comebacknya My Chemical Romance. Aksi comeback mereka disambut suka cita oleh jutaan penggemarnya. Album The Black Parade langsung merangsek masuk ke Billboard 200 pada 12 November 2019 tak lama setelah mereka mengumumkan akan comeback. di akun instagram mereka.

Sebenarnya rumor sudah terdengar sejak Juni 2019, kabar itu terdengar dari Joe Jonas yang tidak sengaja membocorkan bahwa Gerard dkk, sedang berlatih disebuah studio. Namun itu langsung dibantah oleh sang gitaris, Frank Iero. Namun nyatanya sekarang mereka benar-benar comeback.





### Postingan ini sudah pernah Saya muat di Kaskus dengan Judul yang sama. ###

Comments

Popular posts from this blog

tentang rasa yang tumbuh diam-diam

Jujur gue nggak tahu mau nulis apa. Tapi kayak pengen cerita aja, nulis ngalir gitu, cuma pengen cerita. Tentang seseorang. Tentang rasa. Tentang kedekatan yang mungkin datang terlalu cepat, tapi gak bisa juga dibilang salah waktu. Beberapa waktu terakhir, gue cukup sering bareng sama seseorang. Kita gak bisa dibilang “deket” banget, tapi sering bareng, main bareng, nongkrong bareng, kadang berangkat kerja bareng. Awalnya terasa biasa. Lama-lama, nggak tahu kenapa, jadi terasa istimewa. Dia bukan cuma cantik dan pintar, tapi juga punya aura yang tenang, soft spoken, dan senyum yang... bikin hari terasa lebih ringan. Dia mungkin adalah tipe orang yang bikin lo merasa nyaman hanya dengan keberadaannya, nyenengin banget diajak ngobrol. Kita mulai akrab karena sering jogging bareng. Tapi karena gue gak kuat lari, kita lebih sering jalan kaki muterin jogging track, bisa sejam dua jam, cuma jalan dan ngobrol. Dari situlah semua dimulai. Dia cerita soal hubungannya yang baru aja selesai, tent...

asing

for the first time, i didn’t look at you, even when we crossed paths. we’ve finally become strangers, just like you wanted. and again, seeing you makes it hard to breathe we’re strangers now. it feels weird, doesn’t it? maybe it's time to let go. you stopped caring, and i started hiding. we’ve drifted so far,we’re not the same anymore. it sucks, faking indifference when all i feel is the opposite. even though i know your words already killed any hope we had. now, i’m learning to stay quiet, in the middle of all these screaming memories. your voice doesn’t echo in me anymore, and your eyes, they used to feel like home, now they just pass over me, like i was never even there. i still smell your perfume, still remember the food you gave me before the goodbye. i still see your laugh—wild and unfiltered under the Bandung's skies, still feel how your touch used to silence every storm inside me. i don’t know how to forget, but you’ve already stopped remembering, i’m still drowning, wh...

yabegitulah.

Hello, there! Ini bukan tentang mengenang, tapi memahami jika langkah sudah lelah, namun pergolakan rasa tidak bisa diredam.  aku mengerti jika damai adalah tanpaku, aku tau jika lelah akan sirna tanpa harus ada aku, dan aku paham jika damai itu ternyata melepaskan.  tapi akan ada yang hilang disitu, tentu akan ada luka yang tergores, akan ada lubang tanpa isi, yang pasti tertinggal setelah ditinggal pergi.  begitu juga disini, segala hal yang pernah mengisi direnggut paksa tanpa permisi. kesepian itu kemudian merangsek masuk tanpa kendali. kini aku sendiri, memegang tali yang sudah dilepaskan.  tapi ini bukan tentang meromantisasi itu lagi, ini soal berdamai, melangkah, kemudian segera merelakan. melupakan bukan opsi, karena ekspektasi dan harapan itu pernah setinggi awan, walau akhirnya harus dikubur dalam-dalam.  setidaknya, terima kasih. meski pelangi itu hanya sebentar, cerah itu hanya sesaat, damai itu hanya pelapis dari kegelisahan, isi itu hanya awal unt...