Skip to main content

#30DaysWritingChallenge Day 1 : 10 things that make you really happy

- List 10 things that make you really happy.

1. Healthy. 

Karna gaya hidupku tergolong tidak sehat, tapi enak, hehe, makanya untuk menikmati ketidaksehatan itu badanku kudu sehat (?) karna kalo sakit ga bisa ngerasain semua itu.

2. Money

Ya ga munafik, menurutku untuk mencapai suatu tujuan perlu alat dan sarana. Meskipun bukan yang utama, tapi uang menjadi salah satu alat mencapai tujuan, apa tujuannya? Bahagia. Kan kata orang, lebih enak nangis di Mercy ketimbang di metro mini.

3. Be thankful for the small things.

Aku kadang sampe lupa kalo bersyukur itu penting. Iya, bersyukur atas apa yang sudah kita punya dan rasakan sekarang, apapun itu. Karna setidaknya untuk sekarang, buatku hal terbaik yang bisa dilakukan ya dengan mensyukuri apa yang dimiliki, sehingga menjauhkan iri dan dengki.

4. Play Games.

Kadang, tidak serta merta main game bikin bahagia, tapi setidaknya bisa menunda luka, sedikit menghapus pedih, dan memudarkan air mata. Karna main game tuh kayak aku dibawa ke dunia lain, dan yang kuhadapi juga beda. jadi setidaknya kalaupun tidak bisa melipur lara, main game bisa bikin lupa kalau sebenarnya aku sedang terluka.

5. Love Someone.

Cinta keluarga udah gak kuitung, karna itu nomer ke 0. Dasarnya memang harus itu, no matter what, jadi sudah tidak masuk hitungan. Tapi memang, mencintai seseorang dengan tulus juga sangat bikin happy lho. Karna setidaknya disaat aku penat, ada yang diajak bercanda, kalau aku lagi sedih, ada alasan untuk kita tersenyum, karna aku ga pengen ngeliat orang yang aku sayang melihat air mataku.

6. Write something.

Nulis juga bikin seneng. Sebenernya sama kek kalo kita curhat ke orang gitu, seperti ada perasaan lega setelah menumpahkan semuanya. Tapi kan aku ga bisa mengandalkan orang lain terus meneruskan, makanya aku nulis. Iya, nulis apa aja. Kadang yang bener-bener keresahan sampe nyesek nulisnya, kadang cuma ide sekelebat doang. Tapi bener-bener setelah nulis, dan baca tulisannya, sampe sekarang masih ada perasaan “gila, bisa aku nulis begini..” hahaha.

7. Listen to Music.

Dengerin musik tuh bisa jadi bahagia bisa jadi sedih. Musik itu tempat berteduh paling nyaman, tempat istirahat paling jempolan, tempat memulai paling membara, tempat bersedih paling gelap. Kadang, banyak waktu-waktu dimana aku hanya ingin duduk, menikmati kopi dan rokok, lalu memandang keatas langit sembari menerka apa yang akan terjadi, atau sekedar mengingat memori masa lalu, atau bahkan kejadian hari itu. Mungkin karna malas menulis, lelah untuk bercerita, atau sekedar ingin rehat dan termenung merasakan hidup.

8. Eat something.

Iya. Aku tuh tipe orang yang bisa seneng banget ketika makan sesuatu yang enak banget menurutku. Aku bisa berkali-kali bilang “anjir enak banget sumpah..” ketika aku sesimpel makan tahu sumedang pake cabe. Mudah kan bikin aku bahagia?

9. Watch something.

Nonton sesuatu yang aku suka juga jadi salah satu moodbooster. Ya nonton apa aja, film, youtube, video instagram, pokoknya yang bikin aku betah nontonin sampe ngerasa into ke film atau bener2 masuk ke moodnya video itu.

10. Become a helpful person

Jadi berguna itu menyenangkan. Contoh sederhana, ketika dengerin orang curhat misalnya, aku jadi pendengar yang baik, terus nanti diakhir cerita dia bilang “makasih ya, udah dengerin..” itu adalah hal kecil yang membahagiakan buat aku. Sekecil apapun aku menjadi berguna dan membantu orang lain, itu jadi kebahagiaan tersendiri.

Nah, itu kira-kira 10 hal yang bikin aku happy. Kalo 10 hal yang bikin kalian happy apa?

Comments

Popular posts from this blog

tentang rasa yang tumbuh diam-diam

Jujur gue nggak tahu mau nulis apa. Tapi kayak pengen cerita aja, nulis ngalir gitu, cuma pengen cerita. Tentang seseorang. Tentang rasa. Tentang kedekatan yang mungkin datang terlalu cepat, tapi gak bisa juga dibilang salah waktu. Beberapa waktu terakhir, gue cukup sering bareng sama seseorang. Kita gak bisa dibilang “deket” banget, tapi sering bareng, main bareng, nongkrong bareng, kadang berangkat kerja bareng. Awalnya terasa biasa. Lama-lama, nggak tahu kenapa, jadi terasa istimewa. Dia bukan cuma cantik dan pintar, tapi juga punya aura yang tenang, soft spoken, dan senyum yang... bikin hari terasa lebih ringan. Dia mungkin adalah tipe orang yang bikin lo merasa nyaman hanya dengan keberadaannya, nyenengin banget diajak ngobrol. Kita mulai akrab karena sering jogging bareng. Tapi karena gue gak kuat lari, kita lebih sering jalan kaki muterin jogging track, bisa sejam dua jam, cuma jalan dan ngobrol. Dari situlah semua dimulai. Dia cerita soal hubungannya yang baru aja selesai, tent...

asing

for the first time, i didn’t look at you, even when we crossed paths. we’ve finally become strangers, just like you wanted. and again, seeing you makes it hard to breathe we’re strangers now. it feels weird, doesn’t it? maybe it's time to let go. you stopped caring, and i started hiding. we’ve drifted so far,we’re not the same anymore. it sucks, faking indifference when all i feel is the opposite. even though i know your words already killed any hope we had. now, i’m learning to stay quiet, in the middle of all these screaming memories. your voice doesn’t echo in me anymore, and your eyes, they used to feel like home, now they just pass over me, like i was never even there. i still smell your perfume, still remember the food you gave me before the goodbye. i still see your laugh—wild and unfiltered under the Bandung's skies, still feel how your touch used to silence every storm inside me. i don’t know how to forget, but you’ve already stopped remembering, i’m still drowning, wh...

yabegitulah.

Hello, there! Ini bukan tentang mengenang, tapi memahami jika langkah sudah lelah, namun pergolakan rasa tidak bisa diredam.  aku mengerti jika damai adalah tanpaku, aku tau jika lelah akan sirna tanpa harus ada aku, dan aku paham jika damai itu ternyata melepaskan.  tapi akan ada yang hilang disitu, tentu akan ada luka yang tergores, akan ada lubang tanpa isi, yang pasti tertinggal setelah ditinggal pergi.  begitu juga disini, segala hal yang pernah mengisi direnggut paksa tanpa permisi. kesepian itu kemudian merangsek masuk tanpa kendali. kini aku sendiri, memegang tali yang sudah dilepaskan.  tapi ini bukan tentang meromantisasi itu lagi, ini soal berdamai, melangkah, kemudian segera merelakan. melupakan bukan opsi, karena ekspektasi dan harapan itu pernah setinggi awan, walau akhirnya harus dikubur dalam-dalam.  setidaknya, terima kasih. meski pelangi itu hanya sebentar, cerah itu hanya sesaat, damai itu hanya pelapis dari kegelisahan, isi itu hanya awal unt...