Awal bulan ini diawali bangun tidur dengan kepala sakit sampe ke tengkuk, sepertinya kena common cold. Mungkin karena tidur tidak nyenyak dengan banyak fikiran mengganggu di kepala. Perasaan resah dan tidak tenang yang terus menghantui. Ingin sekali senang, tapi seperti ada kabut menutupi pelangi kebahagiaan itu.
Untungnya aku diberi Tuhan penyelamat. Cantik sekali, lho. Entah karma baik apa, tapi Tuhan menyelipkan aku diantara kehidupan, fikiran, kesibukan dan aktivitasnya. Acapkali aku tak enak hati, tapi aku begitu menikmati tiap hal kecil hingga besar yang ia lakukan untukku, sampai bingung harus membalas baiknya dengan apa.
Namun aku pastikan, apapun akan kulakukan agar ia bahagia, asal tak kehilangan dirinya saja. Aku ingin sekali selalu berada disisinya, mendengar keluh kesahnya, menemani penatnya, membantu semaksimalku untuk bahagianya, mengusahakan semua hal-hal yang dirasa perlu, agar ia dapat hidup nyaman bersamaku.
Semua butuh waktu, aku tau. Aku belajar pantaskan diri hari demi hari agar semuanya jadi baik dan menyenangkan untuknya dan untukku. Semoga awal baik ini akan menemukan jalan indah bersama, entah sesulit apa. Aku percaya rasa kami harusnya setulus itu, setidaknya rasaku. Mungkin sekarang aku terlihat lemah, tapi Tuhan harusnya tau aku seberjuang apa memantaskan diri, bukan hanya soal raga, tapi semua yang bisa diusahakan.
Kini bisaku hanya berusaha, menebak dan bertanya hal apa yang dia butuhkan, agar aku siap ketika suatu hari ia benar-benar akan bersamaku. Aku fikir, perasaan ini mendorongku jauh menembus batas, memikirkan segala kemungkinan agar menjadi versi terbaik untuknya. Semoga segera ya.
Aku ingin menjadi manusia tempatnya berpulang, tempatnya bersandar, menjadi individu yang siap saat dibutuhkan dan bisa diandalkan. Aku ingin menjadi tempat terakhir tujuannya berlabuh dan menua bersama. Menemani hari tuanya dengan romantis dan bahagia. Aku ingin menjadi bagian yang melekat, yang benar-benar ia butuhkan dan harapkan.
Doakan aku ya.
Comments
Post a Comment