First of all, I'm really sorry for everything that i've done.
Aku gagal, maaf aku gagal. Aku gagal menjadi tempat ternyaman dan teraman untukmu, gagal ada disampingmu menyeka air matamu, justru aku membuatmu menangis. Aku gagal menjadi orang yang memelukkmu saat tanganmu bergetar hebat, gagal menjagamu, menjadi orang terdekat yang harusnya paling mengertimu.
Maaf, aku belum berhasil. Kini bisaku hanya berusaha tak mati jika kau melangkah pergi,berusaha tetap 'hidup' meski hati tak lagi ada isi, perasaan sudah kosong lantaran seluruhnya kuberi dan kau bawa pergi. Aku tak akan membela diri, nyatanya aku salah telak tanpa bisa dielak.
Bisaku hanya memohon ampun, lalu berjanji untuk tak luput lagi, sembari berusaha mendidik diri untuk tak menjadi sebodoh itu lagi, itupun jika kesempatan masih kau beri.
Kau tau?
Memilikimu itu sebuah mimpi yang tinggi sekali, sebegitu tingginya sampai-sampai aku tak berani berandai.
Dicintai olehmu itu seperti happy ending yang terlalu indah, bahkan untuk menjadi akhir sebuah kisah di film romansa.
Ditatap sedekat itu olehmu jauh lebih mendebarkan dibanding olahraga ekstrim manapun.
Deburan ombak kesukaanku bahkan kalah menenangkannya dibanding pelukmu yang begitu hangat, tapi membuat jantung bergemuruh hebat mengalahkan badai tropis dari samudra pasifik.
I know what love is, it is because of you. You make me wanna be a better man, cause you are the best thing that’s ever been mine. everytime I look at you, all I see just the rest of my life in front of my eyes.
Tapi apa? Bocah ini justru menghancurkan diri sendiri, memporak porandakan jerih payahnya sendiri, menghanyutkan kebahagiaan yang baru saja terpantik, lalu padam begitu cepatnya karena kebodohannya sendiri.
Maaf jika aku belum sedewasa itu, maaf jika luputku masih banyak, aku harus berbenah, bahkan jika bukan untukmu, tapi harus untukku. Karena jika kehilanganmu, aku harus bisa bereinkarnasi agar hidup seperti biasa kembali. Jika tidak denganmu maka tidak dengan siapapun, jika tak menua bersamamu, maka biarlah aku sendiri, meratapi kebodohanku hingga akhir nanti. You know why? because loving you is the beginning and end of everything.
"If you live to be a hundred, I want to live to be a hundred minus one day, so I never have to live without you."
Comments
Post a Comment