Skip to main content

KISAH HIDUP : Michael Peter Balzary aka Flea. Bassist Legendaris Paling Funky !!


Michael Peter Balzary, yang lalu kemudian dikenal dunia sebagai Flea, bassist berdarah Australia ini lahir pada tanggal 16 Oktober 1962 di Burwood, Melbourne. Berhasil bertahan di Red Hot Chili Peppers sejak 1983, menjadikannya salah satu musisi yang wajib ada dalam tiap list Greatest Bassist atau Best Bassist in The World.

Saat usianya 5 tahun, ia sekeluarga pindah ke Larchmont, New York demi karir ayahnya Mick Balzary yang seorang pemancing. Namun siapa sangka, ternyata kehidupan keluarganya tidak berjalan harmonis. Orang tuanya berpisah di tahun 1971, kemudian ayahnya kembali ke Australia meninggalkan Flea dan saudara-saudaranya dengan ibunya Patricia yang kemudian menikah lagi dengan musisi Jazz bernama Walter Abdul Urban yang meninggal di tahun 2011. Ayah tirinya juga dikabarkan memiliki masalah kecanduan alkohol parah yang sering terlibat pertikaian dengan polisi setempat. "Aku dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang alkoholik & penuh kekerasan," Flea kemudian mengatakan, "Aku tumbuh dengan perasaan sangat takut pada orang tuaku, khususnya figure ayah-ayahku. Hal itu menyebabkan aku kemudian terlibat banyak masalah dalam hidup." Kemudian mengakibatkan Flea di usia 13 tahun sudah mencoba ganja dan kemudian menjadi pecandu.

Young Clara Balzary

Di tahun 1988 hingga 1990, Flea menikahi Loesha Zeviar, istri pertamanya yang kemudian dikaruniai satu anak bernama Clara Balzary yang lahir di tahun 1988. Namun pernikahan ini harus kandas. Nama Loesha tergambar abadi di dada Flea dan belum dihapus hingga sekarang. 

Loesha Zeviar

Di tahun 2005 Flea kembali menikah untuk kedua kalinya dengan model Frankie Rayder yang pernah tercatat dalam majalah GQ sebagai Sexiest woman in the world. Dari pernikahan ini lahirlah Sunny Bebop Balzary tanggal 25 Oktober 2005. Kiedis menuliskan lagu Hard to Concentrate yang ada di album Stadium Arcadium menjadi wedding proposal di pernikahan Flea. 

Frankie Rayder

with Clara and Sunny

Sebelum dikenal sebagai bassist dari Red Hot Chili Peppers, Flea ternyata adalah seorang pemain jazz trumpet berbakat.  Ayah tirinya secara rutin sering mengundang musisi jazz untuk jamming di rumahnya. Mereka kemudian pindah ke Los Angeles, dimana ketertarikan Flea pada terumpet mulai muncul. Flea pun mulai terpengaruh oleh musik Dizzy Gillespie, Louis Amstrong dan Miles Davis. Pada suatu kesempatan, ibunya pernah mempertemukan Flea dengan idolanya Dizzy Gillespie di belakang panggung usai mereka menonton konsernya.

tattoo Loesha 

Saat di bangku SMA, Flea adalah siswa yang terasing karena selera musiknya yang berbeda. Hingga suatu waktu ia bertemu dengan Anthony Kiedis, mereka pun menjadi teman baik setelah melewati beberapa pertengkaran. Selera musiknya mulai berubah, ia mulai terpengaruh oleh gaya bermain Jimi Hendrix. Ia pun kemudian memutuskan untuk bermain gitar bass. Bahkan wajah Jimi Hendrix melekat abadi pada salah satu bagian lengannya. *kok jimi hendrix jadi ke bass ya gan? wkwk

Flea pun otodidak belajar memainkannya, kemudian Hilel Slovak, mengajaknya untuk menggantikan posisi bassist di band terdahulunya Anthym, yang kemudian berganti nama menjadi What is this ? Namun setelah lulus SMA, Flea meninggalkan band setelah mendapat tawaran dari band punk Los Angeles yang saat itu ia anggap sudah lebih mapan, yaitu Fear

Fear

Kemudian pada tahun 1983, bersama Anthony Kiedis, serta dua personil Chain Reaction, yang kemudian berganti nama menjadi What is this? gitaris Hilel Slovak, dan drummer Jack Irons, mereka pun membentuk band bernama Tony Flow and the Miraculously Majestic Masters of Mayhem dengan sound funk ala 1970'an dan punk yang kemudian berganti nama menjadi Red Hot Chili Peppers. Meskipun beberapa album mereka bisa dibilang gagal di kancah komersil, mereka tetap konsisten bermusik. 

Hilel Slovak

Flea, Slovak dan Kiedis pernah terlibat dengan penggunaan narkoba yang berat dan hubungan mereka mereka menjadi tidak nyaman. Flea mengingat bahwa “hal itu mulai jelek bagi saya dan tidak menyenangkan; komunikasi kami tidak sehat”. Bahkan Slovak dan Flea sering bergulat saat tur namun Slovak sudah cukup lemah karena kesehatannya mulai menurun akibat kecanduannya yang berat. Kemudian pada tanggal 25 Juni 1988, gitaris mereka Hilel Slovak tewas  yang disinyalir akibat overdosis heroin. Jack Irons menderita depresi berat karena begitu terpukul atas kematian Slovak, ia lalu memutuskan untuk keluar dari band yang kemudian menyisakan Kiedis dan Flea di band yang tetap lanjut bermusik. Posisi Slovak dan Irons pun digantikan oleh John Frusciante dan drummer Chad Smith

Bertahun-tahun Flea dan Kiedis tetap konsisten di band. Hingga pada 2012 akhirnya mereka mendapat gelar Rock n' Roll Hall of Famer. Selain di RHCP, Flea juga acap kali tampil dengan berbagai musisi dunia, seperti Mick Jagger, The Mars Volta, Young MC, P, Alanis Morissette, dan Johnny Cash. Sempat juga bersama Thom Yorke dari Radiohead menggarap Atom for Peace tahun 2009. Juga membentuk Rocket Juice and Moon bersama Damon Albarn dari Blur, dan Tony Allen yang kemudian memulai debut album di tahun 2012.

Rocket Juice and Moon

Flea juga merupakan owner dari Silverlake Conservatory of Music yang berdiri pada tahun 2001 yang mana adalah sebuah organisasi pendidikan musik non-profit, dikabarkan, Flea pernah mengikuti lari marathon pada tahun 2010 untuk mendapatkan uang guna disumbangkan ke organisasinya tersebut.

Flea juga pernah mendapat peran sebagai cameo dalam film Back to the Nature 2 & 3 yang berperan sebagai Needle. Flea juga menjadi pengisi suara dalam salah satu film animasi garapan Disney berjudul Sheriff Callie's Wild pada salah satu episodenya. Dalam episode itu, Flea mengisi suara tokoh kucing mungil pencuri susu bernama Milk Bandit. Selain itu ia juga muncul dalam berbagai film lain, seperti Motorama, The Chase, Fear and Loathing in Las Vegas, My Own Private Idaho, Suburbia, dan The Big Lebowski.


### Postingan ini sudah pernah saya muat di Kaskus dengan Judul yang sama ###


Comments

Popular posts from this blog

tentang rasa yang tumbuh diam-diam

Jujur gue nggak tahu mau nulis apa. Tapi kayak pengen cerita aja, nulis ngalir gitu, cuma pengen cerita. Tentang seseorang. Tentang rasa. Tentang kedekatan yang mungkin datang terlalu cepat, tapi gak bisa juga dibilang salah waktu. Beberapa waktu terakhir, gue cukup sering bareng sama seseorang. Kita gak bisa dibilang “deket” banget, tapi sering bareng, main bareng, nongkrong bareng, kadang berangkat kerja bareng. Awalnya terasa biasa. Lama-lama, nggak tahu kenapa, jadi terasa istimewa. Dia bukan cuma cantik dan pintar, tapi juga punya aura yang tenang, soft spoken, dan senyum yang... bikin hari terasa lebih ringan. Dia mungkin adalah tipe orang yang bikin lo merasa nyaman hanya dengan keberadaannya, nyenengin banget diajak ngobrol. Kita mulai akrab karena sering jogging bareng. Tapi karena gue gak kuat lari, kita lebih sering jalan kaki muterin jogging track, bisa sejam dua jam, cuma jalan dan ngobrol. Dari situlah semua dimulai. Dia cerita soal hubungannya yang baru aja selesai, tent...

asing

for the first time, i didn’t look at you, even when we crossed paths. we’ve finally become strangers, just like you wanted. and again, seeing you makes it hard to breathe we’re strangers now. it feels weird, doesn’t it? maybe it's time to let go. you stopped caring, and i started hiding. we’ve drifted so far,we’re not the same anymore. it sucks, faking indifference when all i feel is the opposite. even though i know your words already killed any hope we had. now, i’m learning to stay quiet, in the middle of all these screaming memories. your voice doesn’t echo in me anymore, and your eyes, they used to feel like home, now they just pass over me, like i was never even there. i still smell your perfume, still remember the food you gave me before the goodbye. i still see your laugh—wild and unfiltered under the Bandung's skies, still feel how your touch used to silence every storm inside me. i don’t know how to forget, but you’ve already stopped remembering, i’m still drowning, wh...

yabegitulah.

Hello, there! Ini bukan tentang mengenang, tapi memahami jika langkah sudah lelah, namun pergolakan rasa tidak bisa diredam.  aku mengerti jika damai adalah tanpaku, aku tau jika lelah akan sirna tanpa harus ada aku, dan aku paham jika damai itu ternyata melepaskan.  tapi akan ada yang hilang disitu, tentu akan ada luka yang tergores, akan ada lubang tanpa isi, yang pasti tertinggal setelah ditinggal pergi.  begitu juga disini, segala hal yang pernah mengisi direnggut paksa tanpa permisi. kesepian itu kemudian merangsek masuk tanpa kendali. kini aku sendiri, memegang tali yang sudah dilepaskan.  tapi ini bukan tentang meromantisasi itu lagi, ini soal berdamai, melangkah, kemudian segera merelakan. melupakan bukan opsi, karena ekspektasi dan harapan itu pernah setinggi awan, walau akhirnya harus dikubur dalam-dalam.  setidaknya, terima kasih. meski pelangi itu hanya sebentar, cerah itu hanya sesaat, damai itu hanya pelapis dari kegelisahan, isi itu hanya awal unt...