Skip to main content

Kursi Goyang Berjalan !

Hai guys..

Sekarang aku lagi duduk di kursi goyang yang berjalan. Iya sekarang aku lagi on the way ke Akademi Angkatan Laut abis itu cus ke Bali. Bisa dibilang trip gue kali ini biasa dinamakan Karya Wisata atau yang biasa kalian bilang Study Tour.

Iya kebetulan sekolah gue ngadain karya wisata ke Surabaya-Bali. Gue cukup menunggu - nunggu perjalanan ini. Iya mungkin kebanyakan orang bilang Bali itu ya Bunganya Indonesia di mata Turis selain pulau Lombok dan banyaak pulau - pulau indah dan menakjubkan di Indonesia.

Kebanyakan turis sih katanya penasaran dan pada pengen dateng ke Bali. Makanya gue gak sabar banget buat nginjekin kaki ninggalin jejak di sana. Hahaha.

By the way, gue kesana jelas pake Bis. Karna gak mungkin juga kita bawa 1 angkatan buat naek pesawat. Sekolah gue emang terbilang favorit di daerah gue,tapi bukan sekolah elit di kota kek sinetron - sinetron di TV. Jadi jelas gue ngabisin banyak waktu di Bis.

DAN GUE JOMBLO. Puas?

Jadi gue harus duduk diem sama cowo dan ga ngapa - ngapain. Banyakin aja 28 jam lebih di Bis cuma duduk mantengin hp dan sama cowo ! Ekspektasi gue tentang karya wisata gue yang sama kek di sinetron - sinetron bisa mesra - mesraan sepanjang jalan sama pacar KANDAS ! Yaiyalah orang pacar aja gak punya -_-

Sedih..

Anyway, gue berusaha ngabisin tiap detik perjalanan gue dari sekolah gue sampe ke Surabaya sampe Bali dengan nyibukkin diri sendiri. Entah dengerin musik, streaming youtube, nulis kek gini, twitteran, ngaskus, dan cuma duduk diem ngeliat jalan.

Gue ceritain kronologis perjalanan gue sampe di Jam ke 6 perjalanan gue ini.

Gue berangkat dari sekolah jam 3 lebih dikit, nah dari jam 3 sampe jam setengah 6 kita masih have fun nyanyi - nyanyi, ketawa - ketawa, TV masih nyala. Semua berjalan menyenangkan. Sampe akhirnya kita transit buat Makan dan Ibadah. Setelah makan dan ibadah kita masuk ke bis jam 8nan. Dan ke awkwardan pun di mulai.

Sampe detik ini jam 8 lebih 45 menit, cuma ada satu orang yang nyerocos sendiri. Ngebahas hal - hal absurd yang lebih absurd dari Kemal pahlevi dan Fico SUCI Kompas. Okelah, mungkin jokes - jokesnya cukup bikin senyum - senyum tapi lama - lama makin ga jelas, "Eh, lu kalo main PS TVnya dinyalain atau di matiin? Kalo TV gue mah di rumah ngertiin banget. Jadi kalo gue pengen main PS, TV gue ga mau nyala. Bukan karna dia pengen gue biar gue belajar daripada main, tapi emang karna gue ga punya PS." Seketika hening.. gelap.. dingin..

Anyway, sekarang mungkin gue mau cari kesibukan lain, karna masih ada 9 jam lain yang menunggu untuk di taklukan. Dan gue harus mikir keras buat ngelewatinnya karna gue ga ngantuk.

Mungkin gue bakal nulis lagi setelah sampe bali + post pictnya.

See you...

Comments

Popular posts from this blog

tentang rasa yang tumbuh diam-diam

Jujur gue nggak tahu mau nulis apa. Tapi kayak pengen cerita aja, nulis ngalir gitu, cuma pengen cerita. Tentang seseorang. Tentang rasa. Tentang kedekatan yang mungkin datang terlalu cepat, tapi gak bisa juga dibilang salah waktu. Beberapa waktu terakhir, gue cukup sering bareng sama seseorang. Kita gak bisa dibilang “deket” banget, tapi sering bareng, main bareng, nongkrong bareng, kadang berangkat kerja bareng. Awalnya terasa biasa. Lama-lama, nggak tahu kenapa, jadi terasa istimewa. Dia bukan cuma cantik dan pintar, tapi juga punya aura yang tenang, soft spoken, dan senyum yang... bikin hari terasa lebih ringan. Dia mungkin adalah tipe orang yang bikin lo merasa nyaman hanya dengan keberadaannya, nyenengin banget diajak ngobrol. Kita mulai akrab karena sering jogging bareng. Tapi karena gue gak kuat lari, kita lebih sering jalan kaki muterin jogging track, bisa sejam dua jam, cuma jalan dan ngobrol. Dari situlah semua dimulai. Dia cerita soal hubungannya yang baru aja selesai, tent...

asing

for the first time, i didn’t look at you, even when we crossed paths. we’ve finally become strangers, just like you wanted. and again, seeing you makes it hard to breathe we’re strangers now. it feels weird, doesn’t it? maybe it's time to let go. you stopped caring, and i started hiding. we’ve drifted so far,we’re not the same anymore. it sucks, faking indifference when all i feel is the opposite. even though i know your words already killed any hope we had. now, i’m learning to stay quiet, in the middle of all these screaming memories. your voice doesn’t echo in me anymore, and your eyes, they used to feel like home, now they just pass over me, like i was never even there. i still smell your perfume, still remember the food you gave me before the goodbye. i still see your laugh—wild and unfiltered under the Bandung's skies, still feel how your touch used to silence every storm inside me. i don’t know how to forget, but you’ve already stopped remembering, i’m still drowning, wh...

yabegitulah.

Hello, there! Ini bukan tentang mengenang, tapi memahami jika langkah sudah lelah, namun pergolakan rasa tidak bisa diredam.  aku mengerti jika damai adalah tanpaku, aku tau jika lelah akan sirna tanpa harus ada aku, dan aku paham jika damai itu ternyata melepaskan.  tapi akan ada yang hilang disitu, tentu akan ada luka yang tergores, akan ada lubang tanpa isi, yang pasti tertinggal setelah ditinggal pergi.  begitu juga disini, segala hal yang pernah mengisi direnggut paksa tanpa permisi. kesepian itu kemudian merangsek masuk tanpa kendali. kini aku sendiri, memegang tali yang sudah dilepaskan.  tapi ini bukan tentang meromantisasi itu lagi, ini soal berdamai, melangkah, kemudian segera merelakan. melupakan bukan opsi, karena ekspektasi dan harapan itu pernah setinggi awan, walau akhirnya harus dikubur dalam-dalam.  setidaknya, terima kasih. meski pelangi itu hanya sebentar, cerah itu hanya sesaat, damai itu hanya pelapis dari kegelisahan, isi itu hanya awal unt...